![]() |
| Eri Irawan. (Dok/Istimewa). |
Pengamat politik Universitas Airlangga (Unair), Suko Widodo, menilai capaian Eri Irawan cukup mengejutkan. Pasalnya, mantan wartawan itu mampu mengungguli Armuji yang notabene menjabat sebagai orang nomor dua di Pemkot Surabaya.
“Apa ya, dari kisah-kisah sebelumnya kan banyak cerita. Saya kira PDIP perlu energi baru, cara berpikir baru di dalam menghadapi kompetisi politik di masa depan,” ujar Suko, Rabu (3/9/2025).
Menurut Suko, tantangan terbesar PDIP ke depan adalah menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman. Generasi Z sebagai pemilih baru dinilai hidup sepenuhnya dalam ekosistem digital sehingga kepemimpinan partai harus punya kecakapan di ruang itu.
“Tidak lagi bisa pola-pola lama ya caranya. Mau tidak mau, kepemimpinan juga harus punya pengalaman di alam digital. Nah, siapa yang mampu seperti itu, tentu banyak. Tapi kan orang bisa memilih, saya kira PDIP perlu regenerasi,” tegasnya.
Lebih lanjut, Suko menyebut Eri Irawan memiliki prospek menjanjikan. Latar belakangnya sebagai jurnalis memberi pengalaman lapangan yang berbeda dari politisi kebanyakan. Usianya yang relatif muda juga menjadi modal penting untuk regenerasi kepemimpinan di tubuh banteng moncong putih.
“PDIP butuh regenerasi, butuh cara-cara baru yang sesuai dengan perkembangan zaman. Saya mencoba membuat kriteria, bahwa yang dibutuhkan PDIP itu tokoh-tokoh yang punya pemikiran baru, cara-cara baru, dan energi baru. Itu kode tuh mas,” ungkapnya.
Meski begitu, Suko mengingatkan bahwa setiap figur pasti memiliki kelemahan. Namun, peluang Eri untuk naik ke panggung kepemimpinan PDIP Surabaya dinilai tetap terbuka lebar.
“Saya kira dia punya prospek ya, peluang Eri untuk naik ke pentas kepemimpinan di tubuh banteng moncong putih tetap terbuka lebar,” pungkasnya. (Had)


Komentar