![]() |
| Pengasuh MBS Al Amin Religi, KH. Zainudin.(Dok/Istimewa). |
Acara ini berlangsung khidmat dan dihadiri oleh jajaran tokoh penting, di antaranya perwakilan PP Muhammadiyah, Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, Wakil Ketua DPRD Jawa Timur, anggota DPRD Bojonegoro, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jatim, Lembaga Pengembangan Pesantren Muhammadiyah (LP2M), Dikdasmen, serta pengelola MBS se-Jawa Timur.
Pengasuh MBS Al Amin Religi, KH. Zainudin, menyampaikan rasa syukur atas amanah yang diberikan.
“Kami berkomitmen menjalankan tugas ini dengan penuh tanggung jawab. Mohon dukungan semua pihak agar pesantren ini bisa berkembang menjadi pusat pendidikan unggul, islami, dan berwawasan global,” ujarnya.
Dalam sambutannya, KH. Saat Ibrahim mewakili PP Muhammadiyah menjelaskan bahwa PMS dirancang untuk menjadi model pengelolaan pesantren yang terstandar, kredibel, dan mencerminkan nilai-nilai Islam serta kemajuan zaman. PMS mengatur berbagai aspek penting mulai dari kepemimpinan, manajemen keuangan, sistem pembelajaran, hingga model fisik pesantren.
“Kyai bertanggung jawab atas penjiwaan keislaman dan proyeksi non-fisik pesantren, sementara direktur fokus pada manajemen, keuangan, pengembangan jaringan, hingga branding pesantren. Semua tetap berpedoman pada nilai-nilai Islam dan paradigma sains,” papar KH. Saat Ibrahim.
Ia menegaskan bahwa PMS harus menjadi brand yang menjamin mutu lulusan pesantren Muhammadiyah di manapun berada — santri yang menguasai nushush, memahami sains, dan mampu mengembangkan teknologi dalam kerangka teologis.
“PMS adalah ikhtiar mewujudkan pesantren yang sistematis, terpercaya, dan mampu mencetak generasi unggul yang berakhlak mulia,” tegasnya.
Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono, memberikan apresiasi atas penunjukan MBS Al Amin Religi sebagai pilot project PMS. Ia berharap keberadaan pesantren ini akan mendukung peningkatan kualitas SDM di Bojonegoro.
“MBS Al Amin Religi kami harapkan menjadi lokomotif pendidikan yang dapat mendorong capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Bojonegoro melalui pendidikan yang memadukan nilai keislaman dan sains,” ungkapnya.
Prosesi pelantikan pengurus baru MBS Al Amin Religi dipimpin oleh KH. Syamsudin. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya integritas, dedikasi, dan tanggung jawab dalam mengemban amanah sebagai pengurus.
Heli Suharjono selaku Ketua Panitia menyebut acara ini sebagai momentum bersejarah bagi MBS Al Amin Religi.
“Ini menjadi tonggak awal MBS Al Amin Religi sebagai pelopor pesantren modern berbasis sains dan nilai keislaman, sekaligus memperkuat visi Muhammadiyah dalam mencetak generasi unggul dan kompetitif di era global,” ujarnya. (Had)


Komentar