![]() |
| Lia Istifhama, Anggota DPD RI asal Jawa Timur dalam sebuah acara di Lamongan.(Dok/Istimewa). |
Sebagai anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Lia Istifhama bukan sekadar hadir dalam forum-forum formal kenegaraan. Ia tumbuh dan bergerak bersama masyarakat akar rumput, membangun relasi yang tulus, serta menjaga komunikasi yang hidup dengan berbagai lapisan sosial. Kedekatan inilah yang membuat namanya dikenal luas, bukan semata karena jabatan, tetapi karena konsistensinya dalam menyerap dan memperjuangkan aspirasi rakyat.
Lia memandang integritas sebagai nilai utama dalam menjalankan amanah politik. Prinsip keberpihakan kepada kepentingan publik, menurutnya, tidak cukup diucapkan, tetapi harus tercermin dalam sikap dan keputusan yang diambil. Baginya, kekuasaan adalah amanah yang hanya bisa dijaga dengan kejujuran, keberanian, dan kesetiaan pada nilai-nilai kebenaran.
Dalam berbagai kesempatan, Lia kerap menekankan pentingnya moralitas politik di tengah dinamika demokrasi yang semakin kompleks. Ia meyakini bahwa politik bukan tentang siapa yang paling lantang bersuara, melainkan siapa yang paling konsisten memperjuangkan keadilan sosial dan kemaslahatan bersama.
Kekuatan utama Lia Istifhama terletak pada jaringan grassroot yang terbangun secara organik. Ia hadir di tengah masyarakat bukan sebagai simbol kekuasaan, melainkan sebagai mitra dialog yang siap mendengar dan memahami persoalan warga. Pendekatan ini membuat kehadirannya diterima dengan hangat, sekaligus memperkuat legitimasi moral sebagai wakil daerah.
Selain basis akar rumput yang kuat, Lia juga memiliki jaringan nasional yang luas. Modal tersebut dimanfaatkannya untuk menjembatani aspirasi daerah dengan kebijakan di tingkat nasional. Dengan komunikasi yang inklusif dan visi yang jelas, ia berupaya memastikan suara masyarakat tidak berhenti di tingkat lokal, tetapi dapat bergaung dalam pengambilan kebijakan yang lebih luas.
Di tengah tantangan politik yang kerap diwarnai skeptisisme publik, kehadiran Lia Istifhama menghadirkan optimisme baru. Senyum ceria yang melekat pada dirinya bukan sekadar ekspresi personal, melainkan cerminan keyakinan bahwa politik masih dapat dijalankan dengan hati, etika, dan ketulusan.
Dengan prinsip yang kuat, jaringan yang luas, serta keberanian untuk tetap konsisten, Lia Istifhama menegaskan bahwa generasi muda mampu menghadirkan wajah politik yang lebih bersih, humanis, dan berorientasi pada masa depan bangsa. (Red)


Komentar