![]() |
| Kegiatan Lomba Melukis Lesbumi MWCNU Pragaan, Sumenep.(Dok/Istimewa). |
Kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi Lesbumi MWCNU Pragaan, Pergunu, dan Yayasan Ikhtiar Insan Kamil. Ajang ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kreativitas seni Islami sekaligus menumbuhkan ruang ekspresi positif bagi generasi muda Nahdliyin.
Ketua Tanfidziah MWCNU Pragaan, K. Hambali Makhtum, memberikan apresiasi atas langkah inovatif yang dilakukan Lesbumi MWCNU Pragaan dalam memeriahkan momentum Iduladha melalui pendekatan seni dan budaya.
Menurutnya, peringatan hari besar Islam selama ini lebih banyak diisi kegiatan keagamaan yang bersifat seremonial. Melalui kegiatan tersebut, Lesbumi menghadirkan nuansa baru dengan memadukan nilai religius dan kreativitas seni.
“Ini merupakan langkah baru yang positif. Lesbumi mampu menghadirkan warna berbeda dalam menyambut Iduladha sekaligus menjadi ruang bagi para seniman Nahdliyin untuk terus berkarya,” ujarnya.
Ketua Panitia, Ibrohim Musyfiq, menjelaskan bahwa lomba melukis dipilih sebagai bentuk kepedulian terhadap perkembangan seni yang mulai tergerus perubahan zaman. Ia menilai anak-anak membutuhkan ruang untuk mengembangkan kreativitas dan bakat sejak usia dini.
“Melalui kegiatan ini kami ingin membangkitkan kembali minat anak-anak terhadap seni melukis, sekaligus memberikan pengalaman kompetisi yang positif,” katanya.
Tingginya minat peserta menjadi bukti bahwa kegiatan seni bernuansa Islami masih mendapat tempat di tengah masyarakat. Panitia yang semula memperkirakan jumlah peserta terbatas justru menerima partisipasi dari ratusan siswa berbagai sekolah dan madrasah di Kabupaten Sumenep.
Sebanyak 100 peserta mengikuti lomba melukis tingkat MI/SD. Sementara itu, lomba nasyid Islami tingkat MTs diikuti sekitar 20 grup peserta.
Ketua Yayasan Ikhtiar Insan Kamil, Dr. H. Mohammad Hasbi, menilai kegiatan tersebut menunjukkan kemampuan lembaga-lembaga NU dalam menghadirkan kegiatan yang edukatif, kreatif, sekaligus membangun karakter generasi muda.
Ia berharap kolaborasi serupa dapat terus dikembangkan agar seni dan budaya Islami tetap tumbuh serta menjadi bagian penting dalam lingkungan pendidikan Nahdlatul Ulama.
Untuk menambah semangat peserta, panitia juga menyiapkan berbagai hadiah menarik bagi para pemenang di setiap kategori. Juara pertama memperoleh piala, medali, sertifikat, dan sepeda BMX. Sementara juara kedua dan ketiga mendapatkan trofi, medali, sertifikat, serta uang pembinaan. Adapun juara harapan menerima piala dan sertifikat penghargaan.
Kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa peringatan hari besar Islam dapat dikemas lebih kreatif tanpa meninggalkan nilai-nilai religius, sekaligus menjadi ruang tumbuh bagi generasi muda untuk terus berkarya dan berprestasi. (MQ)


Komentar