|
Menu Close Menu

Warga Keluhkan Sulit Buang Sampah Besar, Anas Karno Minta Lurah dan Camat Gencarkan Edukasi TPS Bulky Waste

Selasa, 26 Mei 2026 | 08.46 WIB

Sekretaris Komisi A DPRD Kota Surabaya, Anas Karno saat reses di RT 02 RW 02 Kutisari Utara, Kecamatan Tenggilis Mejoyo, Surabaya. (Dok/Istimewa). 
Lensanatim.id, Surabaya– Persoalan pembuangan sampah rumah tangga berukuran besar atau bulky waste menjadi sorotan dalam kegiatan serap aspirasi masyarakat (reses) Sekretaris Komisi A DPRD Surabaya Fraksi PDI Perjuangan, Anas Karno SE.SH.


Keluhan itu disampaikan warga RT 02 RW 02 Kutisari Utara, Kecamatan Tenggilis Mejoyo, Surabaya, saat kegiatan reses yang digelar Senin (25/5/2026) malam.


Warga mengaku masih kesulitan membuang sampah rumah tangga berukuran besar seperti kasur bekas, sofa, lemari rusak, hingga perabot rumah tangga lain yang sudah tidak terpakai.


Kondisi tersebut menjadi perhatian masyarakat karena aturan larangan membuang sampah sembarangan kini semakin diperketat pemerintah.


Ketua RT 02 RW 02 Kutisari Utara, Miswanto, mengatakan persoalan sampah berukuran besar kerap muncul di lingkungan warga, terutama setelah kegiatan kerja bakti atau renovasi rumah.


“Kadang warga punya kasur bekas, lemari rusak atau sofa lama bingung mau dibuang ke mana. Kalau dibuang sembarangan takut kena sanksi, tapi kalau harus buang sendiri juga tidak semua warga punya kendaraan,” ujar Miswanto.


Selain persoalan sampah, warga juga menyampaikan aspirasi terkait penguatan ekonomi masyarakat.


Warga berharap ada dukungan berupa bantuan suntikan dana koperasi atau paguyuban pinjaman warga guna membantu kebutuhan ekonomi di tingkat lingkungan.


Menanggapi aspirasi tersebut, Anas Karno menegaskan persoalan sampah rumah tangga berukuran besar tidak bisa dibebankan sepenuhnya kepada warga.


Menurutnya, diperlukan sinergi antara pemerintah kota, kelurahan, kecamatan hingga lingkungan RT dan RW agar solusi yang dihadirkan berjalan efektif.


“Aspirasi warga ini harus dicarikan solusi bersama. Jangan sampai masyarakat bingung membuang kasur atau sofa bekas lalu akhirnya dibuang sembarangan karena tidak tahu tempatnya,” ujar Anas Karno.


Politisi PDI Perjuangan itu menjelaskan Pemerintah Kota Surabaya sebenarnya telah menyediakan sejumlah Tempat Pembuangan Sementara (TPS) khusus untuk menampung sampah non-domestik atau barang rumah tangga berukuran besar.


Namun, ia menilai sosialisasi kepada masyarakat masih perlu diperkuat.


Karena itu, Anas mendorong kelurahan dan kecamatan lebih aktif menyampaikan informasi lokasi TPS khusus bulky waste hingga tingkat RT dan RW.


Adapun TPS yang menyediakan layanan bulky waste telah tersebar di 31 kecamatan di Surabaya.


Untuk wilayah Surabaya Timur tersedia TPS Bratang, TPS Mojoarum, TPS Wisma Permai, dan TPS Tenggilis Utara.


Di Surabaya Barat tersedia TPS Karangpoh, TPS Balongsari, serta TPS Kendung Makam.


Sementara di Surabaya Pusat terdapat TPS Kedunganyar, TPS Peneleh, dan TPS Bukit Barisan.


Kemudian wilayah Surabaya Selatan memiliki TPS Bintang Diponggo, TPS Bratang Lapangan, dan TPS Gayungsari YKP.


Sedangkan Surabaya Utara memiliki TPS Tanah Kali Kedinding, TPS Memet, serta TPS Benteng.


“Kami akan dorong agar pihak kelurahan dan kecamatan aktif menyampaikan informasi lokasi TPS khusus sampah besar kepada warga sampai tingkat RT dan RW. Jadi masyarakat tahu harus membuang ke mana,” tegasnya.


Tidak hanya itu, Anas juga mendorong adanya pola koordinasi antara kelurahan, kecamatan, dan dinas terkait untuk menghadirkan layanan pengangkutan sampah besar secara berkala.


Menurutnya, mekanisme pengangkutan yang terjadwal dapat membantu masyarakat sekaligus mencegah munculnya titik pembuangan sampah liar.


“Kalau ada sistem pengangkutan terjadwal melalui koordinasi kelurahan dan kecamatan, tentu akan sangat membantu masyarakat dan mencegah munculnya titik pembuangan liar,” katanya.


Anas menilai persoalan kebersihan lingkungan harus menjadi perhatian bersama karena berdampak langsung terhadap kesehatan dan kenyamanan masyarakat.


“Lingkungan bersih itu tanggung jawab bersama. Pemerintah harus hadir memberi solusi, sementara masyarakat juga harus tertib menjaga kebersihan,” ujarnya.


Di bidang ekonomi, Anas memastikan aspirasi terkait penguatan koperasi lingkungan juga akan diperjuangkan.


Ia berharap dukungan terhadap koperasi warga dapat membantu memperkuat perputaran ekonomi masyarakat kecil di Kutisari Utara.


“Koperasi lingkungan ini penting untuk membantu perputaran ekonomi warga. Aspirasi seperti ini akan kami kawal agar mendapat perhatian pemerintah,” pungkasnya.


Kegiatan reses berlangsung penuh keakraban dan menjadi ruang dialog langsung antara masyarakat dengan wakil rakyat dalam membahas persoalan lingkungan serta kebutuhan warga sehari-hari. (Red) 

Bagikan:

Komentar