![]() |
| KH Abdul Hakim Mahfudz saat ditetapkan sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Muktamar ke-35 NU di Jombang.(Dok/Istimewa). |
Gus Kikin yang juga Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, terpilih melalui mekanisme Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) setelah sebelumnya mendapat restu tertulis Rais Aam terpilih dan meraih suara tertinggi dari muktamirin, yakni 472 suara, mengungguli empat kandidat lain dalam Sidang Pleno V Muktamar ke-35 NU.
Keputusan terpilihnya Gus Kikin diumumkan langsung oleh anggota AHWA, KH Anwar Iskandar, bersama kiai sepuh anggota majelis lainnya.
“Setelah melakukan musyawarah dari lima calon yang diajukan, maka anggota AHWA secara mufakat untuk memilih KH Abdul Hakim atau sehari-hari disebut Gus Kikin menjadi Ketum PBNU masa khidmah 2026-2031,” kata Kiai Anwar saat membacakan keputusan AHWA di ruang Sidang Pleno Gedung Serba Guna (GSG) Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Senin pagi.
Rapat AHWA tersebut, kata dia, dilakukan secara tertutup di Ndalem Kasepuhan pada pukul 06.20 WIB hingga 07.00 WIB. Rapat dimulai dengan pembacaan Ummul Quran dan ditutup dengan doa yang dipimpin KH Anwar Manshur.
Gus Kikin melangkah ke puncak kepemimpinan Tanfidziyah PBNU setelah mengantongi mandat dan dukungan kuat dari perwakilan PWNU serta PCNU se-Jawa Timur.
Penetapan tersebut menjadi babak penting dalam perjalanan Muktamar ke-35 NU yang berlangsung pada 27–31 Agustus 2026. Gelaran muktamar menjadi momentum krusial dalam menentukan arah gerak jam’iyah untuk lima tahun ke depan.
Dengan penetapan tersebut, Gus Kikin secara resmi bakal memimpin jajaran PBNU bersama Rais Aam terpilih untuk mengemban amanah organisasi hingga tahun 2031.
Kepemimpinan baru ini menjadi penanda dimulainya periode baru PBNU setelah seluruh rangkaian proses pemilihan dalam Muktamar ke-35 NU di Jombang memasuki tahap penentuan. (Had)


Komentar