|
Menu Close Menu

Menhub Dudy Tinjau Evakuasi KM Mutiara Sentosa II di Sumenep, Pastikan Operasi Penyelamatan Terus Berlanjut

Senin, 03 Agustus 2026 | 12.39 WIB

Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi saat meninjau evakuasi penumpang KM Mutiara Sentosa II di Kabupaten Sumenep.(Dok/Istimewa). 
Lensajatim.id, Sumenep– Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi meninjau langsung proses evakuasi penumpang KM Mutiara Sentosa II yang mengalami kebakaran di Perairan Utara Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, Minggu malam (2/8/2026). Dari Pelabuhan Kalianget, Menhub memastikan proses penyelamatan berjalan optimal dan akan terus dilakukan hingga seluruh korban ditemukan.


"Kami menyampaikan duka cita mendalam atas musibah ini. Kami memastikan proses evakuasi dilakukan secara optimal dan berjalan lancar sehingga seluruh penumpang dan awak kapal dapat ditemukan serta mendapat penanganan lebih lanjut dari petugas," ujar Menhub Dudy.


Hingga saat ini, proses evakuasi penumpang dan awak kapal yang dipimpin Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) masih terus berlangsung. Seluruh korban yang berhasil ditemukan direncanakan akan dievakuasi ke Surabaya untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.


Selama berada di Sumenep, Menhub Dudy terus memantau perkembangan penanganan kebakaran KM Mutiara Sentosa II. Ia juga melakukan koordinasi intensif dengan kepala daerah di Madura, Tim SAR, TNI, Polri, KSOP, operator kapal, serta seluruh unsur yang terlibat dalam operasi penyelamatan.


Menhub memastikan seluruh sumber daya yang dibutuhkan telah dikerahkan guna mendukung proses evakuasi, pencarian, penyelamatan, hingga penanganan para korban.


Dalam kesempatan tersebut, Menhub juga bertemu dengan Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo untuk memperkuat koordinasi penanganan korban.


Ia menyampaikan apresiasi kepada Bupati Sumenep beserta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Sumenep yang dinilai bergerak cepat sejak awal kejadian dengan mengerahkan seluruh sumber daya yang dimiliki untuk mendukung operasi penyelamatan.


Tak hanya itu, Menhub juga memberikan apresiasi kepada seluruh kepala daerah di wilayah Madura yang menunjukkan respons cepat dan solid dalam menghadapi situasi darurat tersebut. Penghargaan serupa disampaikan kepada pemilik dan operator kapal penolong yang turut membantu proses penyelamatan.


"Saya mengapresiasi langkah proaktif Bupati Sumenep, Bangkalan, Sampang, dan Pamekasan yang telah menyiagakan personel, fasilitas kesehatan, serta tim di wilayah perairannya masing-masing untuk membantu penumpang yang kemungkinan terbawa arus. Sinergi antardaerah seperti ini sangat penting dalam mempercepat penyelamatan dan memberikan rasa aman kepada masyarakat," kata Menhub.


Usai meninjau proses evakuasi di Sumenep, Menhub langsung bertolak ke Surabaya untuk melakukan pemantauan lanjutan melalui Posko Terpadu Penanganan Kecelakaan Kapal KM Mutiara Sentosa II di Pelabuhan Tanjung Perak.


Sebagai bagian dari penanganan pascainsiden, Kementerian Perhubungan menyiapkan Posko Terpadu di Terminal Gapura Surya Nusantara (GSN), Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.


Posko tersebut menjadi pusat koordinasi seluruh unsur yang terlibat dalam penanganan kecelakaan sekaligus menjadi titik layanan bagi korban yang berhasil dievakuasi.


Di posko itu, seluruh proses pemulihan dilakukan, mulai dari penanganan medis awal, pendataan ulang korban, hingga penyampaian informasi resmi kepada keluarga korban.


"Posko Terpadu di Terminal GSN Tanjung Perak telah siap beroperasi sebagai pusat layanan bagi penumpang dan keluarga korban yang terdampak. Kami juga akan terus menyampaikan perkembangan penanganan secara berkala setelah seluruh data selesai diverifikasi," papar Menhub Dudy.


Sementara itu, Menhub memastikan proses investigasi akan segera dilakukan untuk mengungkap penyebab kebakaran KM Mutiara Sentosa II.


Sebagai informasi, KM Mutiara Sentosa II mengalami kebakaran pada Minggu pagi (2/8/2026) sekitar pukul 06.00–07.00 WIB di Perairan Utara Sumenep, Laut Jawa.


Informasi mengenai insiden tersebut diterima pada pukul 08.30 WIB dan langsung ditindaklanjuti Direktorat Jenderal Perhubungan Laut melalui SROP Kalianget dengan menyiarkan informasi kecelakaan kapal serta berkoordinasi dengan Basarnas untuk melaksanakan operasi pencarian dan pertolongan.


Secara bersamaan, Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut mengerahkan kapal patroli KPLP KN Grantin P.211 menuju lokasi kejadian dan menyiapkan KN Masalembo untuk memperkuat operasi penanganan


Proses evakuasi juga didukung sejumlah kapal yang berada di sekitar lokasi, yakni TB Hasnur 26, KM Prakarsa Mas, KM Meratus Pematang Siantar, dan KM Transco Arafura, sehingga upaya penyelamatan dapat berlangsung lebih cepat, efektif, dan terkoordinasi. (Red) 

Bagikan:

Komentar