|
Menu Close Menu

Hari Tani Nasional, Achmad Sudiyono Dorong Petani Tingkatkan Produktivitas untuk Perkuat Ketahanan Pangan

Kamis, 24 September 2026 | 12.22 WIB

H. Achmad Sudiyono bersama Bupati Jember Gus Muhammad Fawait. (Dok/Istmewa).
Lensajatim.id, Jember – Hari Tani Nasional yang diperingati setiap 24 September menjadi momentum untuk kembali menegaskan pentingnya peran petani dalam menjaga ketahanan pangan sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat.


Hal itu disampaikan tokoh masyarakat Jember, H. Achmad Sudiyono. Menurut pria yang akrab disapa H. Achmad tersebut, petani memiliki posisi strategis dalam pembangunan bangsa karena dari tangan merekalah kebutuhan pangan masyarakat dipenuhi.


Ia menilai, jerih payah petani di sawah maupun lahan pertanian, mulai dari menanam padi, jagung, sayur-sayuran hingga berbagai komoditas pertanian lainnya, merupakan bentuk nyata kontribusi terhadap kehidupan masyarakat luas.


“Hari Tani Nasional menjadi momentum untuk kita berterima kasih atas jasa dan peran petani bagi Bangsa Indonesia,” ucap H. Achmad, Kamis (24/09/2026).


Karena itu, ia berharap peringatan Hari Tani Nasional tidak berhenti pada seremoni, tetapi menjadi momentum untuk mendorong peningkatan produktivitas, kualitas hasil pertanian, serta kesejahteraan petani.


H. Achmad mengajak para petani untuk terus menjaga semangat dalam meningkatkan hasil produksi sekaligus mendukung berbagai upaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.


“Kita berharap juga para petani bisa meningkatkan produktifitas dan kualitas produksi supaya bisa menyukseskan program unggulan Presiden Prabowo seperti MBG,” tandas Bupati LIRA Jember ini.


Menurutnya, keterkaitan antara sektor pertanian dan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) cukup rasional. Kebutuhan pangan dalam program berskala nasional tersebut pada akhirnya membutuhkan ketersediaan bahan baku yang memadai, aman, berkualitas, dan berkelanjutan.


Badan Gizi Nasional (BGN) sendiri menyebut MBG tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan gizi, tetapi juga dapat memberikan dampak ekonomi melalui pemberdayaan petani, peternak, pelaku UMKM, serta rantai pasok pangan lokal.


Dengan demikian, peningkatan produktivitas pertanian dapat menjadi bagian dari penguatan rantai pasok pangan. Di sisi lain, keberadaan kebutuhan pangan yang terukur juga berpotensi membuka ruang pasar bagi produk pertanian lokal apabila tata kelola pengadaannya dilakukan secara baik, transparan, dan tetap memperhatikan kualitas serta keamanan pangan.


Owner SPPG Bintoro Jember ini menambahkan, dirinya optimistis peningkatan produktivitas dan kualitas produksi pertanian akan berbanding lurus dengan peningkatan kesejahteraan petani.


“Petani harus terus didorong agar produktivitas dan kualitas hasil pertaniannya meningkat. Dengan begitu, bukan hanya kebutuhan pangan masyarakat yang semakin kuat, tetapi kesejahteraan petani juga dapat ikut meningkat,” ujarnya.


Ia menilai, ketahanan pangan tidak dapat dibangun hanya melalui kebijakan pemerintah. Dibutuhkan keterlibatan petani sebagai aktor utama di sektor produksi, disertai dukungan terhadap akses pasar, kualitas hasil pertanian, serta kesinambungan rantai pasok.


Terlebih, pemerintah melalui BGN terus memperkuat pelaksanaan MBG, termasuk kualitas layanan, keamanan pangan, validitas data, dan tata kelola program. Untuk 2027, BGN menargetkan MBG menjangkau 72.464.886 penerima manfaat di seluruh Indonesia.


“Semoga Hari Tani Nasional menjadi penyemangat bagi seluruh petani untuk terus berkarya. Petani sejahtera, pangan kuat, dan masyarakat juga mendapatkan manfaat,” pungkas H. Achmad. (Red) 

Bagikan:

Komentar