|
Menu Close Menu

Ketua MA IPNU Jatim Sampaikan Duka Mendalam Wafatnya Cak Anam

Senin, 09 Oktober 2023 | 19.57 WIB

Almarhum H. Choirul Anam atau Cak Anam. (Dok/Istimewa).

Lensajatim.id Surabaya – Ketua Majelis Alumni Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (MA IPNU) Jawa Timur (Jatim), Muzammil Syafi'i menyampaikan duka mendalam atas wafatnya H. Choirul Anam atau yang akrab disapa Cak Anam pada Senin (09/10/2023) tadi pagi.


Kepada media ini, dirinya mengungkapkan bahwa hari ini  semua warga NU Jatim dikagetkan dengan berita duka atas wafatnya Tokoh NU dan Ansor Jawa Timur sahabat H. Choirul Anam mantan Ketua PW GP ANSOR Jawa Timur, mantan Ketua DPW PKB Jawa Timur, dan sekaligus mantan Ketua Umum PKNU.


"Saya ikut berduka cita atas wafatnya beliau, semoga diampuni segala dosanya dan diterima amal ibadahnya serta dimasukkan ke dalam surga Nya bighoiri hisab amin," katanya, Senin (09/10/2023).


Selanjutnya, pria yang saat ini menjabat sebagai Anggota Komisi A DPRD Jatim itu, bersaksi bahwa beliau seorang pejuang NU dan ANSOR di zamannya dan pernah jadi timnya ketika Konferensi ANSOR di Tuban.


"Saat memimpin sidang sidang dan dia terpilih sebagai Ketua PW GP ANSOR Jatim dan saya sebagai Wakil Ketua bersama almarhum KH Farhan Lamongan," kenangnya.


"Ketika Kongres di Palembang, Choirul Anam dicalonkan oleh Jatim untuk calon Ketua Umum  berkonsentrasi dengan almarhum IQBAL Assegaf, dan saya ditunjuk sebagai Ketua Tim Konsepsi yang membahas tentang perubahan AD/ART dan Tata Tertib, tapi sayang Beliau tidak terpilih sebagai Ketua Umum dan IQBAL Assegaf yang terpilih namun beberapa tahun kemudian wafat digantikan oleh Saifullah Yusuf," sambungnya.


Selain itu, dirinya menambahkan, ketika NU menginginkan adanya saluran politik bagi Warga NU maka dibentuk Tim 5 dan Tim 9 di Jawa Timur salah satunya adalah sahabat Choirul ANAM untuk Mendirikan PKB di Jawa Timur.


"Kemudian mengantarkan sebagai Ketua DPW PKB Jawa Timur yang pertama, dan dapat memenangkan kontestasi di Pemilu tahun 1999 di Jawa Timur dan dapat menempatkan kader NU di DPRD Jatim dan Ketua DPRD," ungkapnya.


"Dalam Periode kedua sebagai Ketua DPW PKB Jatim, saya bersama almarhum KH Farhan ditunjuk sebagai Wakil Ketua DPW Jatim yang juga telah memenangkan kontestasi di Pemilu 2004," tambahnya.


Menurutnya, sosok Choirul Anam adalah pejuang NU sejati yang banyak mengantarkan kader-kader NU sebagai pemimpin di Legislatif maupun eksekutif di Jawa Timur, banyak peninggalan beliau dalam bentuk fisik seperti Graha Astranawa.


"Juga Musium NU di Surabaya, bahkan tulisan tulisan dalam bentuk buku maupun artikel artikel di berbagai media menjadi rekam jejak beliau semasa hidupnya," paparnya.


Namun, lanjut Muzammil Syafi'i, konflik yang terjadi dan dialaminya ternyata juga mengantarkan beliau menjadi Ketua Umum PKNU walaupun kemudian tidak lolos pada parlemen threshold yang mendorong kadernya untuk bermigrasi di Gerindra sampai sekarang. 


"Sakitnya beliau sama sekali tidak menghalangi langkah perjuangannya dalam menyuarakan keadilan dan kebesaran Jamiyah NU.  Kita sangat kehilangan sosok Choirul Anam dan saya yakin beliau adalah orang baik dan Sholih, semoga diampuni segala dosa dosanya dan dimasukkan dalam Surga Nya bersama sang Maha Guru muassis NU hadrotus syeh KH Hasyim Asy`ary," tukasnya. (Zi/Had)

Bagikan:

Komentar