|
Menu Close Menu

Kabar Mengejutkan, Sempat Berencana Tempuh Jalur Hukum Soal Pencatutan Foto untuk Kampanye, Ning Lia Pilih Memaafkan

Rabu, 28 Februari 2024 | 10.22 WIB

Lia harusnya, Calon Anggota DPD RI dari Jawa Timur saat bersama Walikota Surabaya, Eri Cahyadi dalam sebuah acara. (Dok/Istimewa).

Lensajatim.id, Surabaya- Sempat viral beberapa waktu lalu karena foto Dr. Lia Istifhama dicatut oleh salah satu calon anggota DPD RI di akun tiktok Kondang Kusumaning Ayu,  dalam sebuah video kampanye. Pada waktu itu, Ning Lia, lewat kuasa hukumnya, Mulyadi berencana menempuh jalur hukum. Sebelumnya, Mulyadi, menyampaikan di depan awak media, bahwa Kondang Kusumaning Ayu  terancam UU ITE setelah mengunggah foto rivalnya yakni Lia Istifhama, tanpa izin


Mulyadi, menyebut pihaknya akan melaporkan Kondang Kusumaning Ayu ke Bawaslu dan Polda Jatim. Niat tersebut disampaikan langsung oleh kuasa hukumnya, Mulyadi saat diwawancarai oleh awak media. Melalui akun TikTok @portaljtvcom pada Jumat, 23 Februari 2024, begini penjelasan Mulyadi selaku kuasa hukum dari Lia Istifhama.


“Upaya dan langkah kami yang pertama akan kami melakukan upaya yaitu akan melakukan pengaduan atau laporan ke Polda Daerah Jawa Timur,” paparnya.


“Dan yang kedua kami akan melakukan upaya di Bawaslu Jawa Timur terhadap penggunaan foto klien kami, Lia Istifhama yang digunakan oleh salah satu Calon DPD Dapil Jawa Timur juga,” terusnya.


Disebutkan jika Kondang Kusumaning Ayu mengunggah foto pribadi pesaingnya tersebut di akun TikTok miliknya.


Sebelum melaporkan ke Bawaslu dan Polda Jawa Timur, Mulyadi menyebut pihaknya akan melayangkan somasi terlebih dahulu.


“Sebelum kami melakukan pengaduan, kami akan melakukan upaya somasi kepada orang yang diduga melakukan atau menggunakan, mengubah, mengambil dokumen pribadi yaitu foto dari klien kami dan diunggah ke media sosial yaitu TikTok tanpa seizin,” tegasnya.


Karena perbuatan mengunggah foto orang tanpa izin itulah Kondang Kusumaning Ayu dapat dikenal UU Hak Cipta dan ITE.


Dan kini, setelah beberapa hari tidak berkomentar, ning Lia yang merupakan keponakan Khofifah Indar Parawansa, memberikan kabar mengejutkan.


“Dengan ucapan bismillah, bahwa kasus ini sudah klir dan terhenti dalam pada kalimat ‘mentolerir’ dan ‘memaafkan’. Bahwa kami sangat memahami situasi ini tentu menjadi perbincangan publik, maka harus ada pelurusan fakta. Bahwa yang disampaikan kuasa hukum kami, itu benar, yaitu ini bagian proses edukasi etika berpolitik. Terkait somasi dan pelaporan ke Polda maupun Bawaslu, itu tidak kami lakukan karena kami sudah membuat keputusan ‘memaafkan," ucap Ning Lia kepada media, Rabu (28/02/2024).


Menurut Ning Lia, harusnya  siapapun yang menjadi timses atau juru kampanye salah seorang kontestan politik, wajib dan perlu tahu sosok asli yang ia promosikan. Jadi tidak salah ambil foto.


"  Saya berharap fenomena langka dan mungkin pertama kali terjadi di kancah perpolitikan negeri ini, cukup terjadi saat ini saja. Ini semua semoga menjadi hikmah pembelajaran bersama agar tidak terjadi lagi di masa mendatang. Kita wujudkan politik jujur dan bermartabat," tandas Tokoh Muda Nahdliyin Inspiratif Versi Forkom Jurnalis Nahdliyin ini.


Ning Lia, sapaan akrab Doktoral UINSA tersebut, juga menjelaskan bahwa pihak sebelah yang mencatut fotonya, hingga kini tampak ‘menghilang’.


“Akun tiktok tersebut, tidak menampakkan diri sama sekali. Untuk sementara memang nampak penuh misteri, ya. Mengklarifikasi pun tidak, apalagi mengindahkan sebuah permohonan maaf. Sedangkan niat kami, sepenuhnya edukasi dan ini menjaga jangan sampai ada disinformasi, manipulasi, dan segala bentuk hoax di dalam proses demokrasi. Dan saya yakin, dengan kencangnya berita terkait rencana somasi, pihak terkait sudah mengambil pembelajaran berharga," bebernya.


“Jadi, saya kira sudah memenuhi tujuan utama, yaitu edukasi, maka klir tidak ada kelanjutan somasi dan sebagainya. Sekarang pihak kami fokus pengamanan suara di tingkat Kabupaten Kota," tambahnya. 


Ditambahkan olehnya, bahwa ia sudah mengkonfirmasi kepada kuasa hukumnya.


“Sebenarnya sudah dari kemarin, saya dan mas Mulyadi ingin ada konferensi pers resmi. Namun tidak memungkinkan karena kami setiap hari mengawal suara teman-teman saksi yang beberapa hari menjadi saksi kecamatan. Jadi ada hal-hal yang sifatnya tanggung jawab manusiawi kami kepada teman-teman saksi dan relawan, sehingga baru bisa menyampaikan ini," ungkap Ning Lia. 


Tidak lupa, ia pun menyampaikan teri makasih kepada segenap relawan dan masyarakat yang mendukungnya selama ini.


“Sekali lagi, saya haturkan terimakasih. Terkhusus para saksi di tingkat kecamatan, relawan bunda Khofifah, kader NU dari berbagai Banom, dan juga masyarakat umum yang mempercayakan suara saat Pemilu kemarin kepada saya. Tak lupa juga warganet yang saya lihat komentarnya positif dan bukan akun buzzer. Karena bukan buzzer, maka saya harus mengapresiasi dan terimakasih,” pungkasnya dengan tersenyum. (Had/Red)

Bagikan:

Komentar