|
Menu Close Menu

Demi Ridho Kiai, Keluarga Korban Musibah Al-Khoziny Kembalikan Santunan

Kamis, 02 Oktober 2025 | 00.03 WIB

Keluarga korban saat mengembalikan uang santunan kepada pihak Pesantren.(Dok/Istimewa).
Lensajatim.id,Sidoarjo – Suasana haru menyelimuti Pesantren Al-Khoziny Buduran, Kabupaten Sidoarjo, pasca musibah runtuhnya musala pesantren putra pada Senin (29/9/2025). Dari peristiwa itu, tiga santri wafat, termasuk Muhammad Sholeh bin Abdurrahman (22), santri asal Tanjung Pandan, Belitung, Kepulauan Bangka Belitung.


Sebagai bentuk belasungkawa, Pesantren Al-Khoziny memberikan santunan uang tunai serta biaya kargo pemulangan jenazah kepada keluarga almarhum. Santunan itu diserahkan langsung oleh Dewan Pengasuh, KHR Muhammad Ubaidillah Mujib atau Kiai Mamad.


“Kami turut berduka cita yang mendalam. Semoga almarhum Sholeh wafat dalam keadaan husnul khatimah, karena meninggal saat shalat dan sebagai penuntut ilmu,” ucap Kiai Mamad, Selasa (30/9/2025).


Namun, langkah mengejutkan datang dari keluarga. Abdul Fattah, kakak kandung korban, memutuskan mengembalikan santunan tersebut dengan penuh keikhlasan.


“Kami tidak menolak karena sombong, tapi semata-mata demi ridho kiai dan guru pesantren. Semoga doa dan ridho beliau menjadi keberkahan bagi almarhum dan keluarga kami,” ujar Abdul Fattah dengan suara bergetar.


Peristiwa ini menjadi bukti eratnya hubungan santri dengan kiai. Bagi keluarga, ridho dan doa guru jauh lebih berharga daripada santunan materi.


Sementara itu, tim SAR gabungan masih terus berjibaku mengevakuasi santri yang tertimbun reruntuhan. Hingga kini, tercatat 120 santri berhasil diselamatkan, sementara tiga dinyatakan wafat, yakni Maulana Alfian Ibrahim asal Surabaya, Mochammad Mashudulhaq asal Surabaya, serta Muhammad Sholeh asal Bangka Belitung. (Atk)

Bagikan:

Komentar