|
Menu Close Menu

Ning Lia Ajak Umat Islam Jadikan Nisfu Sya’ban Momentum Persiapan Menyambut Ramadhan

Senin, 02 Februari 2026 | 16.41 WIB

Anggota DPD RI Lia Istifhama.(Dok/Istimewa). 
Lensajatim.id, Surabaya— Anggota DPD RI sekaligus Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur, Lia Istifhama, mengajak umat Islam menjadikan bulan Sya’ban sebagai momentum refleksi dan persiapan spiritual menyambut Ramadhan.


Menurut perempuan yang akrab disapa Ning Lia itu, kesiapan batin dan amal sejak dini akan sangat menentukan kualitas ibadah selama bulan suci Ramadhan.


Ia menegaskan, Sya’ban bukan sekadar bulan penghubung antara Rajab dan Ramadhan. Lebih dari itu, Sya’ban merupakan fase krusial dalam perjalanan spiritual umat Islam.


Ning Lia mengibaratkan ibadah seperti proses bertani yang membutuhkan tahapan dan kesungguhan. Setiap fase memiliki peran penting yang tidak bisa diabaikan. 


“Rajab adalah masa menanam benih amal, Sya’ban waktu merawat dan menjaga, sedangkan Ramadhan adalah masa panen,” ujar Ning Lia, Senin (2/2/2026). 


Menurutnya, analogi tersebut mengajarkan pentingnya konsistensi dan kesiapan agar ibadah Ramadhan dapat dijalani secara maksimal.


Ia mendorong umat Islam mengisi bulan Sya’ban dengan berbagai amalan positif. Di antaranya memperbanyak puasa sunnah, meningkatkan kualitas ibadah, serta memperkuat amal saleh.


Ning Lia menilai kesiapan spiritual tidak hadir secara tiba-tiba saat Ramadhan datang. Karena itu, Sya’ban menjadi waktu berharga untuk melatih diri dan membangun kebiasaan baik.


Selain itu, ia juga mengingatkan keutamaan malam Nisfu Sya’ban sebagai malam penuh keberkahan dan introspeksi diri.


Pada malam tersebut, umat Islam diajak merenungi perjalanan hidup serta amal yang telah dilakukan selama setahun terakhir. 


“Nisfu Sya’ban dimaknai sebagai pergantian catatan amal manusia. Inilah saat yang tepat untuk evaluasi diri, memperbanyak doa, dan memperkuat niat,” tuturnya.


Ia berharap, dengan persiapan spiritual yang matang sejak Sya’ban, umat Islam dapat menjalani Ramadhan dengan lebih khusyuk, tenang, dan bermakna. (Red) 

Bagikan:

Komentar