![]() |
| Pelantikan Dekopinwil di Gedung Negara Grahadi Surabaya.(Dok/Istimewa). |
Sebanyak 56 pengurus resmi dikukuhkan dalam kepengurusan baru tersebut, dengan Slamet Sutanto dipercaya memimpin sebagai Ketua Dekopinwil Jawa Timur untuk lima tahun ke depan.
Dalam sambutannya, Khofifah menekankan bahwa koperasi tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga mengandung nilai historis dan ideologis yang kuat sebagai gerakan ekonomi berbasis kebersamaan.
“Koperasi harus dibangun sebagai gerakan ekonomi yang memperkuat kebersamaan dan mampu mendorong ekonomi masyarakat dari bawah. Ini menjadi bagian penting dalam memperkuat ekosistem ekonomi kerakyatan di daerah,” ujarnya.
Khofifah juga menyinggung sejarah lahirnya koperasi modern yang bermula di Rochdale pada tahun 1844. Menurutnya, keberadaan koperasi saat itu menjadi respons terhadap dampak besar dari Revolusi Industri yang mengubah struktur sosial dan ekonomi masyarakat.
Ia menjelaskan, pada masa tersebut berbagai gagasan ekonomi bermunculan sebagai respons terhadap perubahan sosial, termasuk pemikiran dari Karl Marx yang dituangkan dalam karya terkenalnya Das Kapital. Di sisi lain, Inggris mengembangkan koperasi sebagai model ekonomi yang mengedepankan solidaritas dan kesejahteraan bersama.
“Di banyak negara Eropa, koperasi tetap diberi ruang untuk berkembang berdampingan dengan korporasi besar. Bahkan di pusat-pusat perbelanjaan modern, mereka menyediakan ruang khusus bagi koperasi agar usaha kecil tetap hidup,” katanya.
Khofifah juga mencontohkan keberhasilan sejumlah koperasi dunia yang mampu berkembang menjadi institusi ekonomi besar, salah satunya Rabobank di Belanda yang awalnya merupakan koperasi petani dan kini menjadi lembaga keuangan global.
Menurutnya, keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa koperasi memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi kekuatan ekonomi yang signifikan jika dikelola secara profesional dan berkelanjutan.
Di Jawa Timur sendiri, Khofifah menilai terdapat praktik menarik dalam pengembangan koperasi, salah satunya di Kabupaten Bojonegoro. Di daerah tersebut, koperasi mampu mengembangkan usaha hingga memiliki perusahaan atau korporasi sendiri.
“Biasanya korporasi besar yang memiliki koperasi. Namun di Bojonegoro justru koperasi yang memiliki korporasi. Ini model yang bisa menjadi referensi penguatan koperasi ke depan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Khofifah menyampaikan bahwa pemerintah pusat juga memberi perhatian serius terhadap penguatan koperasi. Hal itu tercermin dari kebijakan pemisahan kementerian yang menangani koperasi dan usaha mikro, kecil, dan menengah.
Menurutnya, langkah tersebut diharapkan dapat memberikan ruang yang lebih fokus bagi pengembangan koperasi sebagai soko guru perekonomian nasional.
“Gerakan koperasi harus dibangun dengan nafas ideologis, bukan sekadar aktivitas bisnis, tetapi sebagai gerakan ekonomi yang benar-benar menguatkan masyarakat dari bawah,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Khofifah juga mengungkapkan bahwa Jawa Timur telah mencapai target pembentukan 8.494 Koperasi Desa Merah Putih di seluruh desa. Ia berharap koperasi-koperasi tersebut dapat semakin aktif menjalankan kegiatan ekonomi, terutama menjelang Hari Koperasi Nasional yang diperingati setiap 12 Juli.
Hingga 15 Maret 2026, tercatat sebanyak 997 koperasi desa telah beroperasi dan mulai menjalankan aktivitas ekonomi di tingkat desa.
Sementara itu, Ketua Harian Dewan Koperasi Indonesia, Priskianto, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur atas dukungan yang kuat terhadap gerakan koperasi.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Khofifah yang dinilai konsisten mengayomi dan mendorong perkembangan koperasi di daerah.
“Hari ini kita resmi melantik pengurus Dekopinwil Jawa Timur. Kami berharap seluruh pengurus dapat bekerja bersama untuk memajukan gerakan koperasi agar semakin mampu meningkatkan kesejahteraan anggota dan masyarakat,” ujarnya. (Red)


Komentar