|
Menu Close Menu

Jatim Siap Sambut 24,9 Juta Pemudik, Gubernur Khofifah Pastikan Transportasi, BBM, dan Layanan Kesehatan Siaga

Selasa, 10 Maret 2026 | 10.33 WIB

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menghadiri Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Operasi Ketupat Semeru 2026 di Rupatama Polda Jatim, Surabaya. Foto: KIP for FJN.
Lensajatim.id, Surabaya– Pemerintah Provinsi Jawa Timur memastikan kesiapan menyambut arus mudik Lebaran 2026 melalui koordinasi lintas sektor dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Operasi Ketupat Semeru 2026 di Rupatama Polda Jatim, Surabaya, Senin (9/3/2026).


Rakor yang dihadiri Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama jajaran TNI, Polri, kementerian terkait, serta berbagai pemangku kepentingan tersebut digelar untuk mematangkan strategi pengamanan dan pelayanan selama periode mudik dan arus balik Idulfitri.


Khofifah menyampaikan bahwa Jawa Timur diproyeksikan menjadi salah satu tujuan utama pemudik tahun ini. Berdasarkan perkiraan, sekitar 24,90 juta orang atau 17,3 persen dari total pemudik nasional akan masuk ke wilayah Jawa Timur.


“Puncak arus mudik diprediksi terjadi pada 17–18 Maret 2026, sedangkan arus balik diperkirakan berlangsung pada 27 Maret 2026,” kata Khofifah.


Selain itu, jumlah penumpang angkutan umum selama masa Angkutan Lebaran 2026 diperkirakan mencapai 7,7 juta orang, meningkat sekitar 5,19 persen dibandingkan tahun 2025 yang tercatat sebanyak 7,3 juta penumpang.


Untuk mengantisipasi lonjakan mobilitas tersebut, Pemprov Jatim bersama seluruh pemangku kepentingan telah menyiapkan berbagai langkah strategis. Khofifah menegaskan bahwa Operasi Ketupat Semeru 2026 menjadi momentum sinergi seluruh unsur pemerintah dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.


“Rapat koordinasi ini penting untuk menyatukan persepsi, mengidentifikasi potensi kerawanan selama arus mudik dan arus balik, serta memastikan kesiapan personel, sarana prasarana, dan sistem pengamanan secara terpadu,” ujarnya.


Dalam sektor transportasi, Pemprov Jatim memastikan ketersediaan armada untuk mendukung kelancaran mobilitas masyarakat. Tercatat 6.637 armada bus, 148 rangkaian kereta api, 302 pesawat udara, 55 kapal laut, serta 71 kapal penyeberangan dengan total 241 trip telah disiapkan.


Selain itu, pemerintah juga mendirikan Posko Angkutan Lebaran guna memantau pergerakan arus mudik dan arus balik secara real time sehingga berbagai potensi permasalahan dapat diantisipasi lebih dini.


Pengamanan dan kelancaran transportasi didukung oleh 8.991 personel yang berasal dari Dinas Perhubungan provinsi dan kabupaten/kota, PT Kereta Api Indonesia, serta unsur transportasi laut dan penyeberangan.


Sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat, Pemprov Jatim juga kembali menggelar program Mudik Gratis menggunakan moda bus, kapal laut, serta fasilitas pengangkutan sepeda motor.


Di sisi lain, Khofifah menyoroti perlunya perhatian khusus terhadap jalur penyeberangan menuju Bali. Hal ini karena Hari Raya Nyepi 1948 Saka pada 19 Maret 2026 bertepatan dengan periode puncak arus mudik.


“Kondisi ini harus menjadi perhatian bersama, khususnya di sekitar Pelabuhan Ketapang Banyuwangi, agar potensi kepadatan kendaraan dapat diantisipasi dengan baik,” ujarnya.


Selain transportasi, sektor kesehatan juga dipastikan siap memberikan pelayanan selama masa mudik. Dinas Kesehatan Jawa Timur menyiapkan 343 dokter, 5.172 perawat, 44 tenaga kesehatan tradisional, serta 2.852 pengemudi ambulans untuk mendukung layanan kesehatan bagi pemudik.


Khofifah menambahkan, pemetaan rumah sakit rujukan juga dilakukan untuk mempercepat penanganan darurat. Masyarakat juga dapat memanfaatkan layanan Public Safety Center 119 jika membutuhkan bantuan medis.


Ia juga meminta sejumlah instansi seperti Pertamina, BMKG, PVMBG, dan Jasa Raharja turut berperan aktif mendukung kelancaran mudik, mulai dari memastikan ketersediaan BBM dan LPG, pemantauan potensi bencana, hingga informasi cuaca.


“Semua pihak diharapkan memberikan pelayanan yang humanis, responsif, dan profesional agar masyarakat benar-benar merasakan kehadiran negara dalam memberikan rasa aman selama perayaan Idulfitri,” tegasnya.


Khofifah berharap seluruh jajaran dapat menyiapkan langkah strategis secara matang sehingga pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2026 berjalan optimal, efektif, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Jawa Timur. (Had) 

Bagikan:

Komentar