|
Menu Close Menu

Biaya Haji Turun Rp2 Juta, Anggota DPD RI Lia Istifhama Sebut Bukti Keberpihakan Pemerintah pada Jemaah

Jumat, 10 April 2026 | 06.19 WIB

Anggota DPD RI Lia Istifhama.(Dok/Istimewa). 
Lensajatim.id, Jakarta— Anggota DPD RI, Lia Istifhama, menyambut positif kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang menurunkan biaya haji tahun 2026 sebesar Rp2 juta per jemaah. Kebijakan tersebut dinilai sebagai langkah konkret pemerintah dalam meringankan beban masyarakat.


Menurut Lia, penurunan biaya haji menjadi sinyal kuat keberpihakan negara terhadap calon jemaah, terutama di tengah tantangan ekonomi global yang masih dinamis. Ia menilai kebijakan ini memberi dampak langsung dan signifikan bagi masyarakat yang tengah mempersiapkan ibadah haji.


“Ini merupakan kebijakan yang patut diapresiasi karena memberikan dampak langsung bagi masyarakat. Penurunan biaya haji tentu sangat membantu dan meringankan calon jemaah,” ujarnya, Kamis (9/4/2026). 


Senator asal Jawa Timur itu juga berharap berbagai pembaruan dalam penyelenggaraan ibadah haji dapat terus dilanjutkan. Ia menekankan pentingnya transformasi menuju sistem yang lebih terjangkau, profesional, dan berorientasi pada kebutuhan jemaah.


“Berbagai inovasi yang dilakukan pemerintah sangat membantu masyarakat. Ke depan, sistem penyelenggaraan haji harus semakin baik dan berpihak pada jemaah,” tambahnya.


Apresiasi serupa disampaikan Wakil Sekretaris Jenderal Sarikat Penyelenggara Umrah dan Haji Indonesia, Adjie Mubarok. Ia menilai kebijakan penurunan biaya ini menjadi kabar baik yang menenangkan para calon jemaah. 


“Ini merupakan kebijakan yang cukup baik, meringankan para jemaah haji Indonesia,” kata Adjie.


Meski demikian, ia mengingatkan agar pemerintah tetap menjaga kualitas layanan sebagai prioritas utama. Evaluasi berkelanjutan dinilai penting untuk memastikan penyelenggaraan haji semakin profesional dan memberikan kenyamanan maksimal bagi jemaah.


Sebelumnya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa penurunan biaya haji tetap dilakukan meski terjadi kenaikan harga avtur global. Kebijakan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam melindungi kepentingan rakyat.


“Pelaksanaan haji tahun 2026 ini, kecuali pemerintah Arab Saudi menentukan lain, kita pastikan bahwa biaya haji tahun 2026 kita turunkan sekitar Rp2 juta walaupun harga avtur naik,” ujar Prabowo dalam rapat kerja kabinet di Istana Negara, Jakarta.


Selain itu, pemerintah juga menyiapkan langkah strategis jangka panjang, termasuk pengembangan lahan seluas 45 hektare di Makkah untuk pembangunan perkampungan haji Indonesia. Rencana pembangunan hunian bertingkat serta usulan terminal khusus bagi jemaah Indonesia menjadi bagian dari upaya meningkatkan efisiensi dan kenyamanan layanan ibadah haji ke depan. (Red) 

Bagikan:

Komentar