|
Menu Close Menu

Peringati Harlah ke-92, GP Ansor Satukan Energi Anak Muda Lewat Gowes Jejak Sejarah Ulama Bangkalan–Jombang

Selasa, 28 April 2026 | 22.38 WIB

Gowes dari Bangkalan menuju Jombang dalam rangka Harlah ke-92 GP Ansor.(Dok/Istimewa).
Lensajatim.id, Jombang – Dalam rangka memperingati Hari Lahir (Harlah) ke-92, Gerakan Pemuda Ansor menggelar kegiatan inspiratif bertajuk Ziarah Akbar & SEPEDA (Satukan Energi Pemuda Indonesia) melalui gowes lintas sejarah dari Bangkalan menuju Jombang, Minggu (26/4/2026).


Kegiatan dimulai pukul 06.00 WIB dari Bangkalan dan berakhir pada pukul 20.00 WIB di Pondok Pesantren Tambakberas, Jombang. Perjalanan sejauh sekitar 123 kilometer ini melintasi enam kabupaten/kota dengan melibatkan ribuan peserta dari berbagai elemen, mulai dari kader Ansor, komunitas pesepeda, hingga organisasi kepemudaan lintas iman.


Agenda tersebut tidak sekadar menjadi kegiatan olahraga bersama, tetapi juga dirancang sebagai sarana memperkuat semangat kebangsaan, spiritualitas, dan pemahaman generasi muda terhadap perjuangan ulama Nusantara.


Ketua Umum Pimpinan Pusat GP Ansor, Dr. H. Addin Jauharudin, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk penghormatan terhadap jejak perjuangan para ulama Nahdlatul Ulama yang telah berkontribusi besar dalam membangun fondasi keislaman dan kebangsaan Indonesia.


“Kita ingin mengenang perjalanan yang tidak mudah, penuh tawadu seperti yang dilakukan oleh Kiai As’ad, yang membawa isyarah pendirian NU dari Mbah Kholil Bangkalan kepada Mbah Hasyim Asy’ari,” ujar Addin dalam keterangan persnya, Selasa (28/4/2026).


Menurut Addin, perjalanan spiritual dan historis tersebut menyimpan pesan mendalam bagi generasi muda bahwa usia bukanlah hambatan untuk mengambil peran strategis dalam perjuangan umat dan bangsa.


“Mungkin kala itu, Kiai As’ad masih seumuran kita anak muda. Dan inilah nilai penting, bahwa dengan keyakinan dan ketakdziman, kita bisa mencapai mimpi-mimpi besar dan berperan bagi negeri,” tambahnya.


Lebih lanjut, Addin menegaskan bahwa GP Ansor berkomitmen menjadikan setiap kegiatan sebagai “hub” anak muda, yakni ruang kolaborasi yang mengintegrasikan sejarah perjuangan, kreativitas, inovasi, dan pengembangan diri.


“Dengan menjadikan setiap kegiatan sebagai hub anak muda, kami meyakini energi generasi muda yang disatukan akan memberikan dampak besar bagi Indonesia,” tegasnya.


Selain memperkuat nilai spiritual dan nasionalisme, kegiatan ini juga memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya sektor UMKM lokal. Di setiap titik peristirahatan, peserta disuguhi kuliner khas daerah sekaligus diperkenalkan dengan berbagai produk unggulan masyarakat setempat.


Keterlibatan organisasi kepemudaan lintas iman dalam kegiatan ini turut memperkuat pesan toleransi, persaudaraan, dan kebersamaan antarumat beragama. Bahkan, sejumlah fasilitas istirahat disediakan di berbagai lokasi, termasuk halaman gereja, sebagai simbol harmoni sosial.


Rangkaian kegiatan diawali dengan ziarah ke makam dan silaturahmi bersama dzurriyah Syaikhona Kholil Bangkalan. Sementara di titik akhir perjalanan di Jombang, peserta melanjutkan ziarah ke kompleks makam Pahlawan Nasional KH Abdul Wahab Hasbullah.


Melalui momentum Harlah ke-92 ini, Addin juga mengajak seluruh kader Ansor di berbagai daerah untuk terus menjaga keterhubungan spiritual dengan para ulama, pesantren, dan sejarah perjuangan Islam Nusantara.


“Dalam momentum Harlah ini, mari lakukan ziarah serentak kepada para penyebar Islam di daerah masing-masing, muassis NU setempat, makam kesultanan, serta bersilaturahmi dengan para kiai dan pimpinan pondok pesantren,” pungkasnya.


Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa GP Ansor terus berkembang sebagai wadah strategis generasi muda Indonesia dengan memadukan semangat religiusitas, nasionalisme, pelestarian sejarah, serta pemberdayaan ekonomi dalam satu gerakan yang positif, progresif, dan inklusif. (had) 

Bagikan:

Komentar