Rombongan PKS Jatim disambut langsung Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Timur yang juga Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, bersama jajaran pengurus Demokrat Jatim. Suasana berlangsung hangat, penuh kekeluargaan, diselingi diskusi dan canda mengenai berbagai isu strategis pembangunan daerah.
Ketua DPW PKS Jawa Timur, Bagus Prasetia Lelana, menyampaikan apresiasi atas sambutan yang diberikan Demokrat Jatim. Menurutnya, silaturahmi tersebut merupakan bagian dari upaya membangun sinergi antarkekuatan politik agar mampu memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.
"Kami sengaja mengagendakan silaturahmi ini karena ingin memperkuat kolaborasi dengan sesama partai pendukung Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Harapannya, komunikasi yang baik akan melahirkan sinergi yang semakin kuat dalam membangun Jawa Timur," ujar Bagus.
Bagus menegaskan, silaturahmi bukan sekadar agenda seremonial, melainkan fondasi untuk membangun kerja sama yang berkelanjutan.
Ia memperkenalkan filosofi 3T yang menjadi semangat PKS dalam membangun hubungan antarlembaga maupun antarpartai.
"T yang pertama adalah Ta'aruf, saling mengenal. Kedua Tafahum, saling memahami. Setelah saling memahami, kita masuk pada Ta'awun, yaitu saling menolong dan saling menguatkan. Kami berharap hubungan PKS dan Demokrat berkembang melalui tahapan itu sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat," jelasnya.
Menurut Bagus, PKS dan Demokrat sebagai partai yang sama-sama berada dalam barisan pendukung Pemerintah Provinsi Jawa Timur memiliki tanggung jawab untuk memberikan kontribusi terbaik bagi keberhasilan pembangunan daerah.
"Kita ingin kebersamaan ini tidak berhenti pada pertemuan hari ini, tetapi berlanjut dalam kerja nyata, saling mendukung program-program yang berpihak kepada rakyat serta menghadirkan solusi atas berbagai persoalan masyarakat," katanya.
Selain membahas sinergi pembangunan daerah, kedua partai juga berdiskusi mengenai dinamika politik nasional, termasuk perkembangan pembahasan sistem kepemiluan pascaputusan Mahkamah Konstitusi.
Bagus menilai komunikasi antarkader partai perlu terus diperkuat agar aspirasi dari daerah dapat tersampaikan dengan baik kepada pemerintah pusat melalui mekanisme konstitusional.
Sementara itu, Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menyambut baik kunjungan PKS. Ia menilai hubungan kedua partai telah terjalin cukup lama, bahkan sejak era pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
"Kami senang sekali bisa kembali mempererat tali persaudaraan dengan PKS. Kita memiliki sejarah kebersamaan yang panjang, dan hari ini kami ingin terus merawatnya demi kepentingan masyarakat Jawa Timur," ujar Emil.
Emil mengatakan tantangan pembangunan daerah ke depan membutuhkan komunikasi yang semakin intensif antarkekuatan politik.
"Dengan kondisi fiskal yang terus berubah dan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat, diperlukan ruang dialog yang terbuka agar muncul solusi yang lebih komprehensif. Saya berharap komunikasi seperti ini terus berlanjut, bukan hanya di tingkat provinsi, tetapi juga sampai ke kabupaten dan kota," katanya.
Dalam pertemuan tersebut juga mengemuka gagasan menghadirkan program pengabdian masyarakat secara bersama antara PKS dan Demokrat. Emil menilai kolaborasi lintas partai melalui kegiatan sosial akan memberikan manfaat nyata sekaligus memperkuat persatuan dalam melayani masyarakat.
Menutup sambutannya, Bagus mengajak seluruh peserta menjaga semangat kebersamaan melalui sebuah pantun yang disambut tepuk tangan para peserta.
"Minum kopi di pagi hari, nikmat ditemani sepotong roti. PKS dan Demokrat bersinergi, menguatkan negeri sepenuh hati."
Rombongan PKS Jawa Timur dipimpin langsung Ketua DPW PKS Jatim Bagus Prasetia Lelana. Turut mendampingi Sekretaris Muhamad Syadid, Wakil Sekretaris Bustanul Arifin, Bendahara Nonot Suhartono, Ketua Bidang Kaderisasi Anggota Partai Ahmad Junaidi, anggota DPRD Jawa Timur Agus Cahyono dan Harisandi Savari, serta Ketua Bidang Kepemudaan Cahyo Siswo Utomo. (Had)


Komentar