![]() |
| Anisa menyiapkan puding dengan berbagai bentuk dan varian rasa. (Dok/Anis) |
Anisa mengaku ide tersebut berawal dari kebiasaannya membuat berbagai camilan untuk anak. Dari kebiasaan tersebut, ia kemudian mencoba membuat puding dengan bentuk dan varian yang lebih beragam untuk dijual.
“Cuma iseng dan sering buat-buat camilan anak,” ujar Anisa, Kamis (21/08/2026).
Produk yang dibuat Anisa merupakan puding susu dengan beragam varian rasa dan bentuk. Ia menyediakan puding mini dengan harga mulai Rp8.000, puding isi empat seharga Rp35.000, serta puding isi enam seharga Rp55.000.
Selain itu, Anisa juga menerima pesanan puding untuk berbagai kebutuhan, seperti hampers, hadiah, arisan, ulang tahun, hingga cake puding. Pesanan tersebut dapat disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan.
Dalam proses pembuatannya, Anisa mengerjakan sendiri seluruh puding yang dijual. Menurutnya, membuat puding dengan berbagai bentuk membutuhkan ketelitian, ketelatenan, dan kesabaran agar hasilnya sesuai dengan yang diharapkan.
Usaha tersebut dijalankan dari rumahnya di Desa Pandan Lanjeng, Kecamatan Arosbaya, Kabupaten Bangkalan. Anisa tidak membuka penjualan setiap hari, melainkan menggunakan sistem open pre-order (PO) sekitar dua kali dalam seminggu. Namun, ia tetap menerima pesanan di luar jadwal tersebut apabila ada pelanggan yang mengetahui produknya melalui media sosial.
“Senang saja menjalaninya dan untuk mengisi waktu luang,” ungkapnya.
Promosi produk dilakukan melalui media sosial dengan membagikan informasi mengenai jadwal open PO dan produk yang tersedia. Pembelinya berasal dari berbagai kalangan, di antaranya anak-anak sekolah dan ibu-ibu yang memesan untuk kegiatan tertentu seperti arisan.
Untuk pengambilan pesanan, pelanggan dapat datang langsung ke rumah Anisa. Ia juga tidak menetapkan jarak pengiriman tertentu karena sebagian besar pesanan diambil sendiri oleh pelanggan.
Menjalankan usaha sambil mengurus anak menjadi salah satu tantangan yang harus dihadapi Anisa. Ia mengaku membutuhkan kesabaran lebih dalam membuat puding, terutama ketika harus mengerjakannya sambil mengasuh anak yang masih kecil.
Meski baru berjalan kurang dari satu bulan, Anisa berharap usaha puding yang dirintisnya dapat semakin dikenal masyarakat. Ia juga berharap usaha tersebut dapat menjadi jalan rezeki bagi keluarganya.
“Semoga puding saya dikenal banyak orang dan menjadi jalan rezeki bagi keluarga serta barokah,” harapanya. (Tik)


Komentar