|
Menu Close Menu

Cerita Fitra Jualan Tahu Kocek di CFD Alun-Alun Bangkalan, Mampu Habiskan 300 Porsi

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15.56 WIB

Fitra saat buka lapak jualan Tahu Kowcek di CFD Alun-Alun Bangkalan.(Dok/Rifka) . 
Lensajatim.id, Bangkalan– Berawal dari berjualan di kawasan car free day (CFD) Alun-Alun Bangkalan, Fitra, 26, perlahan mengembangkan usaha Tahu Kocek yang dirintisnya sejak 2025. Tak disangka, produk yang awalnya dijajakan di CFD tersebut mampu menarik perhatian konsumen hingga penjualannya mencapai sekitar 300 porsi dalam sehari.


Fitra merupakan warga Burneh, Bangkalan. Di luar aktivitas usahanya, ia sehari-hari bekerja sebagai staf administrasi di distributor Semen Gresik.


Dalam mengembangkan Tahu Kocek, Fitra tidak berjalan sendiri. Ia bekerja sama dengan seorang teman yang memiliki kemampuan di bidang tata boga dan menangani pengolahan tahu homemade yang digunakan dalam produknya.


Kolaborasi tersebut dilakukan untuk menghasilkan tahu dengan tekstur dan cita rasa yang sesuai. Penggunaan tahu homemade kemudian menjadi salah satu ciri khas Tahu Kocek yang dikembangkan Fitra.


Sebelum memiliki kedai, Fitra lebih dulu berjualan Tahu Kocek selama sekitar delapan bulan di kawasan CFD. Dari aktivitas tersebut, ia mulai melihat adanya respons positif dari konsumen.


Bahkan, sejumlah konsumen meminta agar produk Tahu Kocek bisa lebih mudah ditemui di Bangkalan. Permintaan tersebut kemudian mendorong Fitra membuka kedai kecil-kecilan.


Meski sudah memiliki kedai, penggunaan tahu homemade tetap dipertahankan. Selain itu, Tahu Kocek juga menggunakan racikan bumbu khusus yang menjadi bagian penting dari cita rasa produknya.


“Bener-bener pakai bumbu yang rahasia,” ujar Fitra, Minggu (04/10/2026).


Tahu Kocek yang ditawarkan Fitra memiliki dua pilihan, yakni tahu saja dan tahu yang dicampur sosis. Harganya cukup terjangkau, mulai Rp6 ribu hingga Rp15 ribu per porsi.


Antusiasme konsumen terlihat dari angka penjualan. Saat berjualan di CFD, Fitra bisa menghabiskan sekitar 300 porsi. Sementara pada hari biasa di kedai, penjualan berada di kisaran 200 porsi.


Untuk pelanggan yang ingin menikmati Tahu Kocek di kedai, usaha tersebut buka Senin hingga Sabtu mulai pukul 15.00 hingga 21.00. Lokasinya berada di dekat Mitsubishi Motor Pejagan, tepat di seberang Raja Emas.


Sedangkan khusus Minggu, Fitra kembali hadir di CFD Alun-Alun Bangkalan. Lapaknya buka mulai pukul 06.00 hingga 10.00.


Di tengah persaingan usaha kuliner, Fitra berupaya mempertahankan pelanggan dengan menjaga konsistensi rasa. Ia juga memanfaatkan media sosial sebagai sarana mengenalkan Tahu Kocek kepada calon konsumen.


Dari usaha tersebut, pendapatan Fitra diperkirakan mencapai Rp3 juta lebih dalam sebulan. Namun, ia menegaskan bahwa tujuan menjalankan usaha tidak semata-mata mengejar penghasilan.


Bagi Fitra, usaha Tahu Kocek juga menjadi ruang untuk memperluas pengetahuan mengenai dunia bisnis. Dari usaha tersebut, ia belajar tentang pemasaran sekaligus membangun komunikasi dengan konsumen.


“Kalau saya bukan mengarah ke penghasilan, saya lebih menambah pengetahuan bagaimana caranya berbisnis,” katanya.


Dalam perjalanan usahanya, Fitra juga menghadapi tantangan berupa perubahan harga bahan baku. Kenaikan harga membuatnya harus menyesuaikan penggunaan beberapa bahan agar biaya tetap terkendali, namun cita rasa produk tidak berubah.


Ia berupaya menjaga porsi dan rasa tetap konsisten. Penyesuaian hanya dilakukan terhadap penggunaan bahan tertentu ketika harganya mengalami kenaikan.


Ke depan, Fitra berharap Tahu Kocek semakin dikenal masyarakat. Ia juga memiliki rencana membuka cabang di sejumlah lokasi agar produknya semakin luas dikenal.

“Harapan pastinya semoga dikenal orang, dengan cita rasa memang kita ini homemade,” pungkasnya. (Rif) 

Bagikan:

Komentar