![]() |
| Tampak Citra lagi menyiapkan pesanan pelanggan.(Dok/Citra). |
Usaha yang berlokasi di Jl. Jambu Raya No. 88, Perumnas Kamal, Kabupaten Bangkalan tersebut mulai didirikan pada 11 November 2025. Citra mengatakan, ide membuka usaha muncul karena dirinya cukup kesulitan menemukan makanan Sunda yang sesuai dengan seleranya setelah tinggal di Madura.
“Waktu itu saya baru pindahan dari Cianjur ke Madura dan sulit menemukan makanan Sunda yang cocok di lidah saya. Sampai akhirnya saya kepikiran untuk menjual makanan khas Sunda di sini,” ujar Citra, Rabu ( 7/10/2026)
Citra memilih menghadirkan jajanan berbahan aci atau peracian karena ingin memperkenalkan makanan yang identik dengan jajanan khas Sunda kepada masyarakat Madura. Menurutnya, saat pertama membuka usaha, belum ada penjual dengan konsep serupa di sekitar tempat tinggalnya.
Menariknya, nama Cimay yang digunakan sebagai nama usaha bukan berasal dari nama makanan tertentu. Citra menjelaskan bahwa Cimay merupakan singkatan dari Citra Maura Alika Yusman, namanya sendiri. Hal tersebut membuat beberapa pelanggan terkadang salah memahami nama outlet dengan salah satu menu yang tersedia.
“Banyak yang salah mengartikan kalau Cimay itu aci atau cuanki siomay. Padahal Cimay sendiri adalah singkatan dari nama saya,” jelasnya.
Pawon Cimay saat ini menyediakan sekitar delapan menu dengan dua menu baru yang masih dipersiapkan untuk diluncurkan. Harga makanan yang ditawarkan cukup beragam, mulai dari Rp2 ribu hingga Rp18 ribu. Beberapa menu yang paling banyak diminati pelanggan di antaranya Cikumy, Cilok Goang, Cilok Kuah Creamy, Cimol Bojot, serta Cirawit Kuah Creamy dan Chili Oil.
Citra mengatakan pelanggan Pawon Cimay berasal dari berbagai kalangan. Tidak hanya mahasiswa atau pelajar, masyarakat umum juga turut menjadi pelanggan karena pilihan menu disesuaikan dengan beragam selera.
Salah satu hal yang cukup sering dialami Citra selama menjalankan usaha adalah pelanggan yang keliru membedakan nama Cimay dengan menu Cikumy. Keduanya terdengar hampir sama sehingga beberapa pelanggan terkadang menyebut ingin membeli Cimay ketika sebenarnya yang dimaksud adalah menu Cikumy.
Selain menjadi sumber penghasilan utama untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan membayar gaji karyawan, Pawon Cimay juga memberikan manfaat sosial bagi Citra. Usaha tersebut membuka kesempatan kerja bagi orang lain di sekitar lokasi usaha.
“Semakin banyak mengenal orang baru karena saya bukan orang asli sini, membantu perekonomian juga, serta dapat membuka lowongan kerja di sini,” ungkap Citra.
Dalam menjalankan usaha, Citra juga mendapat dukungan besar dari suaminya. Sejak awal, suaminya turut berkontribusi dalam memikirkan konsep usaha dan berbagai kebutuhan lainnya. Selain itu, anggota keluarga juga ikut membantu, mulai dari menyiapkan bahan, membeli kebutuhan produksi, hingga membantu proses editing dan pembuatan konten.
Perjalanan Pawon Cimay juga tidak langsung berjalan lancar. Pada satu hingga dua bulan pertama, Citra mengaku sempat mengalami sepinya pelanggan karena usahanya belum banyak dikenal. Lokasi yang cukup jauh dari jalan besar juga menjadi salah satu tantangan dalam memperkenalkan usaha tersebut kepada masyarakat.
Untuk mengatasi hal tersebut, Citra mulai memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi. Ia juga mengirimkan sampel makanan kepada sejumlah konten kreator untuk membantu memperkenalkan Pawon Cimay kepada masyarakat yang lebih luas.
Kini, Citra berharap Pawon Cimay tidak hanya dikenal, tetapi juga dapat diterima oleh masyarakat dari berbagai daerah dan latar belakang. Ia ingin cita rasa jajanan Sunda yang dibawa dari daerah asalnya dapat dinikmati oleh masyarakat Madura maupun masyarakat dari luar Sunda.
“Terlahir dan terbentuk dengan cita rasa Sunda. Namun, satu selera Indonesia,” menjadi slogan yang digunakan Pawon Cimay untuk menggambarkan harapannya.
Ke depan, Citra berharap Pawon Cimay dapat terus berkembang, memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar, membuka lebih banyak peluang kerja, serta menghadirkan inovasi baru di bidang kuliner tanpa meninggalkan cita rasa Sunda yang menjadi identitas usahanya. (Tik)


Komentar