![]() |
| Syaifulloh saat berjualan di lapaknya. (Dok/Istimewa). |
Syaifulloh yang berdomisili di Pejagan, Bangkalan, awalnya hanya menjual pempek dari rumah dengan sistem pre-order. Seiring perkembangan usaha, ia mulai berjualan di kawasan Alun-Alun Bangkalan, tepatnya di depan ATM BNI.
Kedai Ebok Rosa buka setiap hari mulai pukul 09.00 hingga 21.00. Berbagai jenis pempek tersedia, seperti kapal selam besar, kapal selam kecil, lenjer, adaan, kulit, dan pempek crispy.
Syaifulloh mengatakan, usaha tersebut berawal dari keinginannya menghadirkan pempek khas Palembang kepada masyarakat Bangkalan. Pempek didatangkan langsung dari produsen di Palembang.
Menurutnya, bahan baku pempek menggunakan 100 persen ikan tenggiri. Pempek tersebut diproduksi oleh orang asli Palembang sehingga cita rasanya tetap dipertahankan.
“Ingin menyajikan kepada pelanggan warga Bangkalan bahwa di Bangkalan ada pempek premium yang langsung dikirim asli dari Palembang,” ujar Syaifulloh, Rabu (07/10/2026).
Persaingan harga menjadi salah satu tantangan yang dihadapi Syaifulloh. Menurutnya, beberapa penjual menawarkan pempek dengan harga lebih murah.
“Banyak yang menjual pempek di Bangkalan dengan harga yang murah, tetapi cita rasa pempek yang beda dengan aslinya,” katanya.
Perbedaan tersebut membuat sebagian masyarakat menganggap semua pempek memiliki cita rasa yang sama.
Meski menghadapi persaingan, Syaifulloh tetap mempertahankan konsep pempek khas Palembang. Ia ingin masyarakat Bangkalan dapat menikmati pempek dengan cita rasa yang sama tanpa harus pergi ke Palembang.
Perkembangan usaha juga membawa perubahan bagi Syaifulloh. Dari yang awalnya berjualan sendiri melalui sistem pre-order, kini Kedai Ebok Rosa telah melibatkan empat orang dalam tim usaha.
“Alhamdulillah, yang dulunya dijual oleh saya sendiri, sekarang membuka lapangan pekerjaan sebanyak empat orang di tim Kedai Ebok Rosa,” ujarnya.
Kedai Ebok Rosa saat ini mencatat laba kotor rata-rata sekitar Rp500 ribu per hari. Hasil usaha tersebut sebagian digunakan untuk mengembangkan usaha dan ditabung.
Syaifulloh berencana mengembangkan Kedai Ebok Rosa menjadi rumah makan yang besar. Selain pempek, ia ingin menyediakan berbagai makanan khas Palembang secara lebih lengkap. (rif)


Komentar