|
Menu Close Menu

Gubernur Khofifah Apresiasi Dedikasi Tagana, Garda Terdepan Penanganan Bencana di Jatim

Rabu, 25 Maret 2026 | 10.06 WIB

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat acara HUT ke-22 Tagana yang digelar di Gedung Negara Grahadi, Surabaya.(Dok/Istimewa). 
Lensajatim.id, Surabaya– Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memberikan apresiasi tinggi kepada relawan Taruna Siaga Bencana (Tagana) sebagai garda terdepan dalam penanganan bencana. Hal ini disampaikan dalam acara tasyakuran Hari Ulang Tahun (HUT) ke-22 Tagana yang digelar di Gedung Negara Grahadi, Selasa (24/3/2026). 


Kegiatan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan, diisi dengan silaturahmi serta pemotongan tumpeng sebagai bentuk rasa syukur sekaligus penghargaan atas dedikasi para relawan.


Dalam sambutannya, Khofifah menegaskan bahwa Tagana merupakan frontliner yang memiliki soliditas, kepemimpinan, serta kemampuan multi-skill dalam setiap tahapan kebencanaan, mulai dari evakuasi hingga pemulihan pascabencana.


“Tagana ini frontliner dalam penanganan bencana. Mereka membangun kekompakan, soliditas, dan leadership yang luar biasa,” ujarnya.


Khofifah juga mengungkapkan kedekatan historisnya dengan Tagana sejak menjabat sebagai Menteri Sosial RI. Kini, ia melanjutkan peran sebagai pembina di tingkat provinsi dengan standar respons yang semakin cepat.


“Dulu saya minta enam jam sampai lokasi bencana, sekarang saya minta satu jam. Mereka terlibat dari evakuasi, dapur umum, tanggap darurat hingga pascabencana. Tagana ini benar-benar multi-skill,” katanya.


Lebih lanjut, ia menggambarkan pengorbanan para relawan yang selalu siap siaga kapan pun dibutuhkan. Bahkan, dalam kondisi tertentu, relawan harus meninggalkan kepentingan pribadi demi menjalankan tugas kemanusiaan.


“Banyak relawan yang selalu siap, bahkan seragamnya ada di bawah motor. Saat ada laporan bencana, mereka langsung bergerak, meski harus meninggalkan aktivitas pribadi,” tuturnya.


Menghadapi kondisi geografis Indonesia, khususnya Jawa Timur yang berada di kawasan cincin api (ring of fire), Khofifah menekankan pentingnya penguatan mitigasi bencana melalui peningkatan kapasitas dan sinergi lintas sektor. Ia mendorong kolaborasi antara Tagana dengan berbagai instansi seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), serta Badan Nasional Penanggulangan Bencana.


“Kewaspadaan harus dibangun melalui sinergi dan mitigasi. Pelatihan Tagana juga harus terus diperbarui sesuai potensi bencana yang ada,” tegasnya.


Namun demikian, ia juga mengakui adanya tantangan, terutama terkait keterbatasan anggaran pelatihan serta kebutuhan regenerasi relawan. Saat ini, sebagian anggota Tagana telah beralih mendedikasikan diri pada program sosial lainnya, sehingga diperlukan rekrutmen dan pelatihan baru yang tidak sederhana.


“Rekrutmen tidak bisa sembarangan karena pelatihannya berjenjang. Ini membutuhkan dukungan semua pihak,” jelasnya.


Khofifah berharap, penguatan Tagana dapat melibatkan seluruh elemen masyarakat, termasuk pemerintah kabupaten/kota dalam menyiapkan relawan di wilayah masing-masing.


“Terima kasih atas dedikasi, kerja keras, dan pengorbanan seluruh Tagana. Jaga soliditas dan kekompakan untuk terus melayani masyarakat,” pesannya.


Sementara itu, Koordinator Tagana Jawa Timur, Twiadi, menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Khofifah atas perhatian dan dukungan yang diberikan kepada para relawan.


“Kami sangat berterima kasih atas undangan ini. Kepedulian Ibu Gubernur menjadi motivasi bagi kami untuk terus hadir membantu masyarakat,” ujarnya.


Ia menambahkan, Tagana akan terus memperkuat kompetensi, mulai dari pengelolaan dapur umum, logistik, pengungsian hingga layanan dukungan sosial. Upaya tersebut juga menjadi bagian dari komitmen mempertahankan Jawa Timur sebagai barometer Tagana nasional.


“Kami terus mengembangkan program pemberdayaan seperti dapur kreasi yang melibatkan penyintas bencana dan telah diakui secara nasional,” pungkasnya. (Red) 

Bagikan:

Komentar