![]() |
| Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat meninjau banjir di Kabupaten Pasuruan.(Dok/Istimewa). |
Dalam kunjungan tersebut, Khofifah menembus genangan menggunakan perahu untuk menjangkau titik-titik terdampak yang sulit diakses kendaraan. Ia juga menyerahkan bantuan ratusan paket sembako kepada warga, terutama yang terpaksa mengungsi akibat tingginya genangan air.
Khofifah menegaskan bahwa keselamatan warga menjadi prioritas utama dalam setiap langkah penanganan. Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama seluruh jajaran terus bersiaga dan memperkuat koordinasi lintas sektor guna memastikan respons cepat dan tepat sasaran.
“Keselamatan warga adalah prioritas utama. Kami terus bersiaga dan berkoordinasi untuk mempercepat penanganan dampak banjir,” ujarnya.
Upaya tanggap darurat terus dilakukan oleh BPBD Jawa Timur bersama BPBD Kabupaten Pasuruan, mulai dari asesmen lapangan, distribusi logistik, penyediaan tenda pengungsian, hingga pengerahan perahu evakuasi untuk membantu mobilitas warga.
Banjir di wilayah ini dipicu oleh tingginya intensitas hujan serta luapan anak sungai yang diperparah kondisi geografis dataran rendah. Khofifah menyebut kondisi tersebut menyebabkan air mudah menggenang dan sulit surut dalam waktu cepat.
Sebagai langkah konkret, Pemprov Jatim bersama pemerintah daerah telah menyiapkan 10 unit pompa air untuk mempercepat pengurangan genangan. Namun, operasional pompa masih bergantung pada kondisi permukaan air sungai yang harus lebih rendah dari genangan di daratan agar pemompaan efektif.
Selain penanganan jangka pendek, Khofifah juga menekankan pentingnya solusi jangka panjang, seperti normalisasi aliran sungai dan perbaikan sistem drainase agar banjir tahunan dapat diminimalkan.
Di sektor pertanian, banjir ini menyebabkan sejumlah lahan sawah mengalami gagal panen (puso). Pemerintah Provinsi Jawa Timur memastikan akan memberikan bantuan benih kepada petani terdampak setelah proses pendataan selesai dilakukan.
“Kami siap membantu benih bagi lahan yang terdampak puso, agar petani bisa segera kembali berproduksi,” tegasnya.
Tak hanya itu, Khofifah juga meninjau dapur umum di Kantor Kecamatan Rejoso yang saat ini mampu memproduksi sekitar 1.500 paket makanan siap saji per hari. Ia memastikan kebutuhan konsumsi warga terpenuhi dengan baik, baik dari sisi jumlah, distribusi, maupun kualitas.
Di sela kunjungan, suasana hangat tercipta saat Khofifah berinteraksi dengan anak-anak terdampak banjir. Ia membagikan mainan untuk menjaga keceriaan mereka, sekaligus memberikan dukungan psikologis agar tidak mengalami trauma.
“Anak-anak harus tetap ceria dan merasa aman, meski dalam kondisi sulit,” ujarnya.
Salah satu warga, Sumiati, mengungkapkan rasa terima kasih atas perhatian pemerintah. Ia menyebut genangan air sempat mencapai perut orang dewasa dan membuat warga kesulitan beristirahat.
Berdasarkan data BPBD Jawa Timur per Kamis (26/3) pukul 06.00 WIB, banjir di Kabupaten Pasuruan dipicu hujan intensitas sedang hingga lebat sejak 24 Maret 2026, disertai luapan sungai dan sistem drainase yang belum optimal. Kondisi diperparah oleh pasang air laut.
Secara keseluruhan, banjir berdampak pada 1.148 kepala keluarga yang tersebar di sejumlah kecamatan, antara lain Beji, Rejoso, Bangil, Winongan, Grati, Kraton, dan Gempol.
Dengan langkah cepat dan kolaboratif, Pemerintah Provinsi Jawa Timur optimistis penanganan banjir dapat berjalan efektif, sekaligus memperkuat upaya mitigasi agar risiko bencana serupa dapat ditekan di masa mendatang. (Red)


Komentar