|
Menu Close Menu

Kolaborasi Hijau di Pesisir Surabaya, Gubernur Khofifah dan Komandan Pasmar 2 Tanam 1.200 Mangrove di Kenjeran

Sabtu, 28 Maret 2026 | 12.04 WIB

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Komandan Pasmar 2 Mayor Jenderal Oni Junianto saat menanam pohon mangrove di Kenjeran Park, Surabaya.(Dok/Istimewa). 
Lensajatim.id, Surabaya– Komitmen menjaga kelestarian lingkungan pesisir kembali ditegaskan melalui aksi nyata. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Komandan Pasmar 2 Mayor Jenderal Oni Junianto memimpin kegiatan bersih pantai dan penanaman 1.200 bibit mangrove di Kenjeran Park, Jumat pagi (27/3/2026). 


Kegiatan yang menjadi bagian dari peringatan HUT ke-25 Pasmar 2 ini mencerminkan kuatnya sinergi antara pemerintah dan TNI dalam mewujudkan kawasan pesisir yang bersih, lestari, dan berkelanjutan.


Gubernur Khofifah menegaskan bahwa upaya pelestarian lingkungan tidak dapat dilakukan secara parsial. Diperlukan kolaborasi lintas sektor yang terintegrasi dan berkesinambungan.


“Sinergi dan kolaborasi seperti hari ini adalah kunci. Pemerintah, TNI/Polri, dan seluruh elemen masyarakat harus bergerak bersama menjaga lingkungan,” ujarnya.


Sebagai wujud nyata kolaborasi tersebut, sebanyak 1.200 bibit mangrove jenis Rhizophora mucronata ditanam. Bibit tersebut berasal dari dukungan Dinas Kehutanan Jawa Timur melalui Yayasan Gajah Sumatera, dengan sumber pembibitan dari Nguling, Pasuruan.


Khofifah menjelaskan, mangrove memiliki peran strategis dalam menghadapi perubahan iklim. Selain mampu menyerap karbon dioksida hingga lima kali lebih besar dibanding tanaman darat biasa, mangrove juga menjadi penyangga ekosistem pesisir.


“Ketika mangrove tumbuh dengan baik, ekosistem laut ikut hidup. Ada kepiting, ikan, dan udang. Ini akan mendekatkan sumber penghidupan nelayan,” jelasnya.


Tak hanya berdampak ekologis, keberadaan mangrove juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat pesisir, sekaligus memperkuat ketahanan lingkungan dari ancaman abrasi dan perubahan iklim.


Pemprov Jawa Timur sendiri terus menunjukkan capaian positif dalam pengelolaan lingkungan. Berdasarkan data Peta Mangrove Nasional, luas mangrove di Jawa Timur meningkat dari 27.221 hektare pada 2021 menjadi 31.067 hektare pada 2025, atau setara 47,85 persen dari total mangrove di Pulau Jawa.


Menurut Khofifah, capaian tersebut merupakan hasil kerja kolaboratif berbagai pihak, termasuk melalui gerakan “Nandur Mangrove” yang terus digelorakan sebagai aksi kolektif menjaga pesisir.


Selain penanaman mangrove, kegiatan ini juga diisi dengan aksi bersih pantai sebagai upaya membangun kesadaran bersama akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.


“Menjaga kebersihan pantai bukan sekadar imbauan, tetapi sudah menjadi kebutuhan kita bersama,” tegasnya.


Sementara itu, Mayor Jenderal Oni Junianto menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam kegiatan tersebut.


“Ini merupakan bentuk nyata sinergi antara TNI AL dan Pemprov Jawa Timur dalam menjaga kelestarian lingkungan pesisir,” ujarnya.


Di akhir kegiatan, Gubernur Khofifah bersama jajaran Pasmar 2 turut meninjau pameran UMKM yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-25 Pasmar 2, sebagai wujud dukungan terhadap pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal. (Red) 

Bagikan:

Komentar