![]() |
| Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dalam acara tradisi riyayan di Gedung Negara Grahadi, Surabaya.(Dok/Istimewa). |
Sejak pagi, warga dari berbagai daerah dan latar belakang tampak antusias mengantre untuk bersalaman serta menyampaikan ucapan Idul Fitri secara langsung kepada Gubernur Khofifah dan Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak. Suasana hangat dan penuh kekeluargaan terasa kental, mencerminkan kedekatan yang terjalin tanpa sekat.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Khofifah yang hadir bersama keluarga, termasuk putranya Jalaluddin Mannagalli, menyampaikan bahwa Idul Fitri merupakan momen kembali ke fitrah sekaligus membuka lembaran baru.
“Ini adalah hari kemenangan. Saya ingin maaf-maafan langsung dengan masyarakat agar ke depan kita bisa lebih legowo dalam menjalankan tugas. Sekaligus menjadi ruang untuk mendekatkan warga dengan pemimpinnya,” ujarnya.
Khofifah menegaskan bahwa tradisi riyayan bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan wadah memperkuat ikatan emosional antara pemerintah dan masyarakat. Di tengah dinamika global yang penuh tantangan, menurutnya, kebersamaan di tingkat lokal menjadi penting untuk menjaga solidaritas sosial.
Tak hanya bersilaturahmi, masyarakat juga menikmati hidangan gratis yang disediakan oleh pedagang kaki lima di sekitar area Grahadi. Beragam menu seperti soto ayam, nasi goreng, hingga bakso disajikan untuk dinikmati bersama. Pelibatan pelaku usaha kecil ini disebut sebagai bagian dari upaya menggerakkan ekonomi rakyat di momen Lebaran.
“Yang hadir berasal dari berbagai kalangan. Kami ingin membersamai kebahagiaan Lebaran mereka, sekaligus memberdayakan pedagang kecil agar ikut merasakan berkahnya,” kata Khofifah.
Selain itu, setiap pengunjung juga menerima paket sembako berisi beras, biskuit, dan mi instan sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap kebutuhan masyarakat di hari raya.
Antusiasme warga terlihat tinggi. Siti Aminah, warga Surabaya yang rutin menghadiri acara ini setiap tahun, mengaku sangat terbantu dengan kegiatan tersebut.
“Alhamdulillah, acara ini sangat membantu. Saya selalu datang setiap tahun,” ujarnya.
Hal serupa disampaikan Ahmad Fajar, seorang pengemudi ojek online yang hadir bersama keluarganya. Ia mengaku senang bisa bertemu langsung dengan Gubernur Khofifah sekaligus mendapatkan bantuan untuk kebutuhan rumah tangga.
“Senang sekali bisa hadir. Kami juga dapat sembako dan anak-anak diberi THR. Semoga Ibu Gubernur selalu sehat,” katanya.
Melalui tradisi riyayan ini, Pemerintah Provinsi Jawa Timur berharap semangat kebersamaan, kepedulian, dan gotong royong terus terjaga di tengah masyarakat, sekaligus menghadirkan kebahagiaan Lebaran yang lebih merata bagi semua lapisan. (Red)


Komentar