![]() |
| Salah satu peserta kegiatan MTQ dan Tartil Qur'an Se-Timur Daya Sumnep.(Dok/Istimewa). |
Peserta lomba berasal dari tiga kecamatan, yakni Gapura, Batang-Batang, dan Dungkek. Mereka merupakan perwakilan dari berbagai sekolah serta pondok pesantren di wilayah tersebut.
Kegiatan religius ini dimulai sejak 4 Maret 2026 dan dilaksanakan secara virtual. Antusiasme peserta terlihat tinggi sejak tahap awal hingga babak penyisihan.
Rangkaian lomba kemudian mencapai puncaknya pada Minggu (15/3/2026). Babak final sekaligus penentuan juara digelar di kediaman Mulyadi yang juga menjabat sebagai Ketua Komisi IV DPRD Sumenep.
Suasana khidmat dan penuh semangat keagamaan mewarnai babak final. Para finalis menampilkan kemampuan membaca Al-Qur’an dengan suara merdu dan penghayatan mendalam.
Penampilan tersebut menghadirkan nuansa religius yang menyentuh para hadirin yang menyaksikan jalannya lomba.
Dalam sambutannya, Mulyadi yang juga pembina GLB menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, lomba MTQ dan tartil menjadi sarana penting untuk menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap Al-Qur’an.
“Saya sangat mengapresiasi kegiatan ini. Semoga membawa manfaat dan keberkahan bagi adik-adik siswa-siswi, terutama yang berasal dari kalangan pesantren,” ujarnya.
Pria yang akrab disapa Mas Mul itu juga mengingatkan para pengurus GLB untuk terus menghadirkan kegiatan yang kreatif dan bermanfaat bagi masyarakat.
Ia berharap organisasi tersebut mampu menghadirkan program-program yang memberi dampak positif bagi lingkungan sekitar.
“Saya berharap teman-teman pengurus mampu terus berinovasi dalam menyelenggarakan kegiatan. GLB harus hadir dengan program-program yang benar-benar bermanfaat bagi masyarakat,” tambahnya.
Mantan aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) itu juga menegaskan bahwa GLB tidak hanya bergerak dalam agenda politik semata.
Menurutnya, organisasi tersebut perlu tampil sebagai gerakan sosial yang memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat.
“GLB jangan hanya bergerak pada urusan elektoral. Pengurus juga memiliki tanggung jawab sosial, termasuk memberikan edukasi politik kepada masyarakat,” tegasnya.
Melalui kegiatan MTQ dan Tartil Qur’an ini, GLB berharap mampu menumbuhkan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kedalaman spiritual serta kecintaan yang kuat terhadap Al-Qur’an. (Yud)


Komentar