![]() |
| Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Abdul Muhaimin Iskandar dalam sebuah acara.(Dok/Istimewa). |
Dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (22/3/2026), pria yang akrab disapa Cak Imin itu menekankan bahwa Idul Fitri bukan hanya perayaan keagamaan, tetapi juga momen penting untuk kembali pada nilai-nilai kemanusiaan dan kebangsaan.
“Setelah menjalani ibadah Ramadan, kita kembali pada fitrah. Ini adalah saat yang tepat untuk saling memaafkan dan memperkuat ikatan sebagai satu bangsa,” ujarnya.
Menurut Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa tersebut, keberagaman yang dimiliki Indonesia justru menjadi kekuatan utama yang harus dirawat melalui semangat kebersamaan, terutama di momen Lebaran.
Ia menilai, tradisi saling memaafkan saat Idul Fitri menjadi fondasi penting dalam menjaga harmoni sosial. Di tengah berbagai perbedaan, masyarakat diharapkan mampu mengedepankan sikap saling menghargai dan memperkuat solidaritas.
Lebih lanjut, Cak Imin juga menyoroti pentingnya menjaga semangat berbagi yang telah terbangun selama bulan Ramadan. Ia mengingatkan agar nilai-nilai kepedulian tidak berhenti setelah hari raya usai.
“Solidaritas harus terus hidup dalam keseharian, baik melalui kepedulian terhadap sesama maupun dukungan terhadap masyarakat yang membutuhkan,” katanya.
Ia pun mengajak seluruh elemen bangsa untuk menjadikan Idul Fitri sebagai titik awal dalam memperkuat pemberdayaan masyarakat, termasuk mendorong kemandirian ekonomi keluarga dan pengembangan usaha kecil.
Cak Imin berharap, semangat Idul Fitri dapat menjadi energi kolektif untuk membangun Indonesia yang lebih kuat, inklusif, dan berkeadilan sosial.
“Dengan kebersamaan dan kepedulian, kita bisa menghadapi berbagai tantangan ke depan secara lebih optimistis,” tuturnya. (Red)


Komentar