![]() |
| Rapimwil PII Jatim tahun 2026 di Malang.(Dok/Istimewa). |
Peserta Rapimwil berasal dari berbagai kabupaten/kota, di antaranya Lamongan, Pasuruan, Surabaya, Sumenep, Pamekasan, Jember, Banyuwangi, Kediri, Kota Kediri, Malang, Batu, Blitar, dan Madiun. Kehadiran mereka mencerminkan semangat kolektif untuk memperkuat arah gerakan organisasi di tengah dinamika zaman.
Kegiatan ini turut mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk pengasuh Pondok Pesantren Yatim Dhuafa Singosari Malang, Keluarga Besar PII, serta kader PII Jawa Timur yang berkontribusi dalam menyukseskan pelaksanaan agenda tersebut.
Ketua Umum Pengurus Wilayah PII Jawa Timur, Sang Aji, dalam sambutannya menegaskan pentingnya menjaga relevansi gerakan PII di era perkembangan digital yang semakin pesat. Ia menekankan bahwa konsistensi dalam pembinaan internal harus berjalan seiring dengan kemampuan membaca tantangan baru yang dihadapi umat.
“PII Jawa Timur dituntut mampu merumuskan langkah kerja yang strategis dan relevan guna menjawab dinamika tersebut,” ujarnya.
Sementara itu, keynote speaker Muhammad Ali Zubair menyoroti pentingnya peran pemuda sebagai aktor utama perubahan. Ia menegaskan bahwa semangat saja tidak cukup, melainkan harus diiringi dengan ketangguhan mental serta kejelasan arah perjuangan.
Ia juga mengingatkan agar kader PII tidak terjebak pada tren sesaat, tetapi mampu membangun gerakan yang berlandaskan niat besar untuk meraih ridha Allah SWT, sekaligus memperluas jejaring dan menjadikan doa sebagai fondasi dalam setiap langkah perjuangan.
Pada kesempatan yang sama, perwakilan Keluarga Besar PII Jawa Timur, Arifin, menyampaikan bahwa PII merupakan ruang pembelajaran sekaligus laboratorium kepemimpinan bagi para kader. Menurutnya, kader PII harus siap menjadi penggerak perubahan, meskipun dalam keterbatasan jumlah.
Ia menambahkan, nilai-nilai kaderisasi yang ditanamkan dalam PII akan membentuk pribadi yang berdaya guna dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat di berbagai lini kehidupan.
Melalui Rapimwil 2026 ini, diharapkan lahir rumusan kebijakan dan langkah strategis yang semakin memperkuat eksistensi PII sebagai organisasi pelajar Islam yang adaptif, progresif, dan berkontribusi dalam pembangunan masyarakat yang berkeadaban. (Had)


Komentar