|
Menu Close Menu

KONI Jatim Dorong Pembinaan Atlet Berbasis Data Lewat Sport Intelligence

Rabu, 08 Juli 2026 | 10.57 WIB

Ketua KONI Jawa Timur, Muhammad Nabil saat menghadiri kegiatan Bedah Buku Sport Intelligence di Surabaya.(Dok/Istimewa). 
Lensajatim.id, Surabaya – Peluncuran buku Sport Intelligence yang digagas Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat mendapat apresiasi dari Ketua KONI Jawa Timur, Muhammad Nabil. Menurutnya, buku tersebut menjadi pijakan penting dalam mendorong transformasi pembinaan atlet menuju sistem yang lebih modern, ilmiah, dan berbasis data.


Nabil menegaskan, pembinaan olahraga saat ini tidak bisa lagi hanya mengandalkan pengalaman dan program latihan. Persaingan yang semakin ketat menuntut adanya pemanfaatan data dan analisis sebagai dasar menyusun strategi untuk meningkatkan prestasi atlet.


"Untuk mencapai prestasi, diperlukan desain dan perencanaan yang matang dalam mempersiapkan atlet. Sport intelligence merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari proses pembinaan prestasi," ujar Nabil, Selasa (07/07/2026). 


Ia menjelaskan, konsep sport intelligence memungkinkan pelatih dan atlet memiliki gambaran yang lebih akurat mengenai kemampuan sendiri sekaligus memetakan kekuatan dan kelemahan lawan. Dengan dukungan data yang komprehensif, setiap keputusan dalam proses pembinaan dapat diambil secara objektif, terukur, dan tepat sasaran.


Menurutnya, pendekatan tersebut akan membuat strategi latihan maupun pertandingan menjadi lebih efektif sehingga peluang meraih prestasi di tingkat nasional maupun internasional semakin besar.


"Sport intelligence menjadi bagian penting dalam kerangka pembinaan, mulai dari metodologi, pengumpulan data, pengelolaan data, hingga penyusunan kebijakan. Pada akhirnya, seluruh proses tersebut harus bermuara pada pencapaian prestasi," tegasnya.


Nabil juga menekankan bahwa penerapan sport intelligence tetap harus berjalan seiring dengan nilai-nilai sportivitas. Prestasi atlet, kata dia, harus lahir dari proses pembinaan yang berkualitas, latihan yang terencana, serta kompetisi yang berlangsung sesuai aturan dan menjunjung tinggi etika olahraga.


Karena itu, ia mengajak seluruh KONI provinsi, KONI kabupaten/kota, hingga pengurus cabang olahraga di Indonesia segera mengadopsi sistem pembinaan berbasis data tersebut.


"Ini harus segera kita implementasikan agar proses pembinaan dapat dilakukan secara lebih tepat, terarah, dan menghasilkan prestasi yang membanggakan," pungkasnya.


Peluncuran buku Sport Intelligence diharapkan menjadi momentum pembaruan sistem pembinaan olahraga nasional. Dengan memadukan ilmu pengetahuan, teknologi, dan analisis data, Indonesia diyakini mampu mencetak lebih banyak atlet berprestasi yang siap bersaing dan mengharumkan nama bangsa di pentas internasional. (Red) 

Bagikan:

Komentar