![]() |
| Kegiatan MATAMUDA santri baru IBS PKMKK Pamekasan.(Dok/Istimewa). |
MATAMUDA tidak hanya menjadi agenda penyambutan peserta didik baru, tetapi juga menjadi proses awal bagi para santri untuk mengenal budaya madrasah dan pesantren yang akan menjadi tempat mereka menimba ilmu dan membentuk karakter.
Pada pembukaan kegiatan, Bhabinkamtibmas Desa Lancar, Briptu Ferlian Qurrata A'yun, memberikan edukasi tentang pentingnya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk perundungan.
Ia menegaskan bahwa kekerasan, baik secara verbal, nonverbal, fisik, psikologis, maupun sosial, tidak boleh mendapat ruang di lingkungan pendidikan. Menurutnya, budaya saling menghormati, menghargai perbedaan, serta membangun empati harus ditanamkan sejak awal agar tercipta suasana belajar yang sehat dan kondusif.
Selain itu, Briptu Ferlian juga mengingatkan para santri untuk membangun budaya keselamatan selama berada di lingkungan pesantren. Mengingat aktivitas santri banyak dilakukan di gedung bertingkat, ia mengimbau agar tidak bersandar di pagar lantai dua maupun tiga, tidak memanjat pagar, tidak berlari atau saling mendorong, serta tidak membuang benda maupun meludah dari lantai atas.
Pesan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun budaya keselamatan (safety culture) di lingkungan pendidikan. Kesadaran menjaga keselamatan diri sendiri dan orang lain dinilai sebagai bagian penting dari pembentukan karakter sekaligus implementasi nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari.
Hari pertama MATAMUDA diisi dengan kegiatan pengenalan antarsantri melalui Game Arisan MATAMUDA. Metode tersebut dirancang sebagai media ta'aruf yang menyenangkan agar para santri lebih mudah saling mengenal, membangun komunikasi, menghilangkan rasa canggung, sekaligus mempererat kebersamaan.
Koordinator kegiatan hari pertama, Eni Musfirah, M.Pd., menjelaskan bahwa pendekatan permainan dipilih untuk menghadirkan proses pembelajaran yang lebih humanis, komunikatif, dan bermakna tanpa mengurangi substansi materi yang disampaikan.
Menurutnya, suasana belajar yang menyenangkan mampu meningkatkan motivasi peserta didik dalam menerima nilai-nilai yang diajarkan, karena proses pembelajaran tidak hanya menyentuh aspek kognitif, tetapi juga afektif dan psikomotorik.
Komitmen serupa juga disampaikan Ketua Panitia MATAMUDA, Moh. Efendi, S.Pd. Ia menegaskan seluruh rangkaian kegiatan dikemas melalui berbagai permainan edukatif agar proses orientasi berlangsung kreatif, partisipatif, dan tetap berorientasi pada pembentukan karakter.
Menurutnya, permainan menjadi media pembelajaran yang efektif untuk menumbuhkan kemampuan komunikasi, kolaborasi, kepemimpinan, kecerdasan sosial, serta kemampuan memecahkan masalah.
Sementara itu, Direktur Utama IBS PKMKK menyampaikan bahwa MATAMUDA tahun ini memiliki arti penting bagi perjalanan lembaga. Tahun ini, MTs Kyai Mudrikah Kembang Kuning resmi memperoleh izin operasional sebagai madrasah mandiri setelah sebelumnya berafiliasi dengan madrasah lain di Kabupaten Pamekasan.
Ia menilai pencapaian tersebut bukan sekadar pengakuan administratif, tetapi juga menjadi bukti meningkatnya kualitas tata kelola lembaga serta kepercayaan masyarakat terhadap IBS PKMKK dalam mencetak generasi muslim yang unggul.
Direktur Utama juga menjelaskan, MATAMUDA berlangsung setiap hari mulai pukul 07.00 hingga 21.00 WIB dengan konsep pembelajaran terintegrasi. Pada pagi hari, santri mengikuti pendidikan formal di madrasah, sedangkan sore hingga malam diisi dengan pengenalan budaya pesantren melalui tujuh pilar utama beserta dua pilar pendukung yang menjadi identitas pendidikan IBS PKMKK.
Menurutnya, pembentukan karakter tidak cukup dilakukan di ruang kelas, tetapi harus dibangun melalui pembiasaan, keteladanan, dan pengalaman hidup selama santri berada di lingkungan pesantren.
Melalui MATAMUDA, IBS PKMKK berharap para santri tidak hanya berkembang secara intelektual, tetapi juga memiliki akhlak mulia, empati, disiplin, menjunjung tinggi keselamatan, menghormati sesama, serta mampu menjadi generasi yang berkontribusi dalam membangun peradaban berlandaskan ilmu, kasih sayang, dan tanggung jawab. (Red)


Komentar