Semangat itulah yang terus menggerakkan relawan Yayasan Gerakan Dualima Indonesia (G25 Indonesia) untuk konsisten membantu anak-anak dari keluarga kurang mampu agar tetap bisa bersekolah dengan layak.
Ketua G25 Indonesia, Dasuki Rahmad, mengatakan kebutuhan sekolah yang harus dipenuhi setiap awal tahun ajaran masih menjadi beban berat bagi sebagian keluarga dengan kondisi ekonomi terbatas.
"Bagi sebagian orang tua mungkin membeli seragam, beli buku, beli tas, dan sepatu bukan hal yang sulit," ujar Dasuki, Selasa (7/7/2026).
Namun, menurutnya, kondisi tersebut sangat berbeda bagi keluarga prasejahtera. Berdasarkan hasil survei yang dilakukan G25 Indonesia terhadap calon penerima manfaat, masih banyak orang tua yang harus berutang atau mencicil perlengkapan sekolah jauh hari sebelum tahun ajaran baru agar anak-anak mereka dapat bersekolah dengan perlengkapan yang layak.
"Tapi bagi keluarga yang dari ekonomi kurang mampu, tahun ajaran baru dengan harus memenuhi kebutuhan sekolah anaknya itu tidak mudah. Kadang ada orang tua yang harus ngutang, dan kadang ada yang membeli seragam dengan nyicil jauh-jauh hari sebelum tahun ajaran baru supaya anaknya bisa punya seragam yang layak. Itulah realita yang kami temui saat survei pada calon penerima manfaat," ungkapnya.
Berangkat dari kondisi tersebut, G25 Indonesia kembali menyalurkan bantuan pendidikan pada tahun ajaran 2026. Tahun ini, program menyasar siswa di Kabupaten Bangkalan dan Kabupaten Pamekasan.
Penyaluran perdana atau kloter pertama dilaksanakan di Pasar Ki Lemah Duwur, Bangkalan, Selasa (7/7/2026).
Program bantuan pendidikan tahun ini menargetkan 110 siswa mulai dari jenjang TK, SD, SMP hingga SMA. Jumlah tersebut masih berpotensi bertambah karena proses pendataan penerima manfaat masih berlangsung.
Bantuan yang diberikan meliputi alat tulis (ATK), tas sekolah, sepatu, seragam sekolah sesuai jenjang pendidikan, seragam merah putih, hingga baju muslim.
Dasuki menjelaskan, total anggaran yang dibutuhkan untuk merealisasikan program tersebut diperkirakan mencapai Rp33 juta. Hingga penyaluran tahap pertama, donasi yang berhasil dihimpun mencapai sekitar Rp28 juta.
Penyaluran bantuan dilakukan secara bertahap agar seluruh penerima dapat terlayani dengan baik. Distribusi dibagi menjadi lima kloter di Kabupaten Bangkalan dan satu kloter di Kabupaten Pamekasan.
Pada tahap pertama, sebanyak 30 siswa yang telah terverifikasi menerima bantuan perlengkapan sekolah.
Melalui program ini, G25 Indonesia berharap dapat meringankan beban orang tua sekaligus memberikan semangat baru kepada anak-anak agar tetap fokus belajar dan tidak kehilangan kesempatan mengenyam pendidikan.
Selain menjadi bentuk kepedulian sosial, program tersebut juga diharapkan membuka jalan yang lebih luas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk terus mengejar cita-cita dan meraih masa depan yang lebih baik.
Salah satu penerima manfaat adalah Anwar Sadad (12), siswa SDN Tajungan, Kecamatan Kamal, Kabupaten Bangkalan. Senyum bahagia tampak menghiasi wajahnya saat menerima bantuan perlengkapan sekolah dari G25 Indonesia.
Anwar yang pada tahun ajaran 2026 naik ke kelas VI SD merupakan anak ketiga dari empat bersaudara. Sejak ayahnya meninggal dunia, ia tinggal bersama ibu dan saudara-saudaranya serta menjalani kehidupan sebagai anak yatim.
Tahun ini menjadi pengalaman pertamanya menerima bantuan pendidikan dari G25 Indonesia berupa tas, alat tulis, sepatu, dan seragam merah putih.
Dengan penuh rasa syukur, Anwar mengaku bantuan tersebut sangat berarti bagi dirinya.
"Saya senang sekali mendapat bantuan dari G25 Indonesia. Terima kasih kepada semua yang sudah membantu saya," ucapnya.
Di balik keterbatasan yang dihadapi, Anwar menyimpan impian besar. Ia bercita-cita menjadi prajurit Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) agar dapat mengabdi kepada bangsa sekaligus membanggakan ibu dan keluarganya.
Kisah Anwar menjadi gambaran bahwa kepedulian bersama mampu menghadirkan harapan baru bagi anak-anak yang membutuhkan. Melalui dukungan pendidikan, G25 Indonesia berharap semakin banyak generasi muda yang tetap memiliki kesempatan belajar, berprestasi, dan mewujudkan cita-citanya, sehingga kelak mampu mengubah masa depan diri, keluarga, dan masyarakat. (Fiq/Had)


Komentar