|
Menu Close Menu

Kekeringan Landa 15 Desa di Kabupaten Malang, BPBD Salurkan 79 Ribu Liter Air Bersih

Senin, 26 Oktober 2026 | 10.46 WIB

Penyaluran air bersih oleh BPBD Kabupaten Malang.(Dok/Istimewa)
Lensajatim.id, Malang– Dampak kekeringan di Kabupaten Malang masih dirasakan warga di 15 desa yang tersebar di tujuh kecamatan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang terus mengintensifkan distribusi air bersih untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang terdampak.


Pada Minggu (25/10/2026), BPBD Kabupaten Malang menyalurkan sebanyak 79.000 liter air bersih dengan mengerahkan enam armada yang melakukan 17 rit pengiriman ke sejumlah wilayah terdampak.


Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, menyampaikan bahwa penyaluran air bersih dilakukan berdasarkan kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak kekeringan.


" Distribusi ini menjangkau Desa Sumberagung di Kecamatan Sumbermanjing Wetan (Sumawe) sebanyak 15.000 liter, Puskesmas Sitiarjo 5.000 liter, Desa Sidodadi dan Tumpakrejo di Kecamatan Gedangan masing-masing 10.000 liter, serta Desa Sumberoto di Kecamatan Donomulyo sebanyak 16.000 liter," jelasnya. 


Selain itu, bantuan air bersih disalurkan ke Desa Kalirejo, Kecamatan Kalipare, sebanyak 8.000 liter dan Desa Bandungrejo, Kecamatan Bantur, sebanyak 15.000 liter.


Berdasarkan data BPBD Kabupaten Malang, kekeringan berdampak terhadap sekitar 6.743 kepala keluarga (KK) atau 21.089 jiwa yang tersebar di tujuh kecamatan, yakni Sumbermanjing Wetan, Gedangan, Sumberpucung, Donomulyo, Kalipare, Pagak, dan Bantur.


Hingga periode pendataan sebelumnya, total distribusi air bersih sejak 8 Agustus hingga 24 Oktober 2026 tercatat mencapai 5.763.150 liter. Bantuan tersebut disalurkan secara bertahap untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih warga selama kondisi kekeringan.


Penanganan kekeringan ini melibatkan sejumlah unsur, di antaranya BPBD Kabupaten Malang, PMI Kabupaten Malang, Damkar Kabupaten Malang, PJT I Karangkates, Perumda Tirta Kanjuruhan, perangkat desa setempat, Puskesmas Sitiarjo, AMCF, Buana Solusindo, dan Marva Telekomunikasi.


BPBD Kabupaten Malang terus melakukan pemantauan dan koordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan distribusi air bersih menjangkau masyarakat yang membutuhkan selama masa tanggap darurat bencana kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) 2026.


Upaya tersebut diharapkan dapat membantu meringankan beban warga, sekaligus menjaga ketersediaan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari di tengah berlangsungnya musim kemarau. (Den) 

Bagikan:

Komentar