|
Menu Close Menu

Lima Legislator PKB Masuk Tokoh Muda Nahdliyin Inspiratif 2026, Ada Gus Hilman, Nihayatul Wafiroh, hingga Kaji Reza

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 20.32 WIB

 

Lensajatim.id, Surabaya – Lima legislator Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) masuk dalam daftar 22 Tokoh Muda Nahdliyin Inspiratif 2026 yang ditetapkan Forum Komunikasi Jurnalis Nahdliyin (FJN). Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi terhadap kiprah generasi muda Nahdlatul Ulama (NU) dalam berkontribusi bagi masyarakat dan bangsa.


Kelima legislator tersebut berasal dari berbagai tingkatan lembaga legislatif, mulai dari DPR RI, DPRD Provinsi Jawa Timur, hingga DPRD kabupaten/kota. Mereka adalah Nihayatul Wafiroh, Muhammad Hilman Mufidi atau Gus Hilman, Multazamudz Dzikri, Rizza Ali Faizin, dan Mohammad Faridz Afif.


Ketua Umum FJN, Muhamad Didi Rosadi, membenarkan bahwa lima legislator PKB tersebut masuk dalam daftar penerima penghargaan tahun ini.


“Iya benar, ada lima anggota DPR dari PKB,” kata pria yang akrab disapa Diday itu, Sabtu (24/10/2026).


Nihayatul Wafiroh atau Ninik merupakan anggota DPR RI dari PKB yang juga menjabat Ketua Umum DPP Perempuan Bangsa. Sementara itu, Muhammad Hilman Mufidi atau Gus Hilman saat ini bertugas sebagai anggota Komisi X DPR RI.


Berikutnya, Multazamudz Dzikri atau Azam merupakan anggota DPRD Jawa Timur sekaligus Sekretaris DPW PKB Jawa Timur. Rizza Ali Faizin atau Kaji Reza menjabat anggota DPRD Kabupaten Sidoarjo sekaligus Ketua DPC PKB Sidoarjo.


Adapun Mohammad Faridz Afif merupakan anggota DPRD Kota Surabaya yang juga mengemban amanah sebagai Ketua DPC PKB Kota Surabaya.


Menurut Diday, para penerima penghargaan merupakan generasi muda dari kalangan NU yang dinilai memiliki kiprah dan potensi untuk mewarnai perjalanan organisasi serta kehidupan berbangsa pada abad kedua Nahdlatul Ulama.


“Semuanya dari kalangan NU dan masuk kategori pemuda. Mereka ini adalah wajah NU di abad ke-2,” ujar Diday dalam keterangannya, Kamis (22/10/2026).


Apresiasi untuk Berbagai Bidang Pengabdian


FJN Award 2026 merupakan agenda rutin organisasi dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN). Tahun ini, kegiatan tersebut memasuki pelaksanaan tahun ketujuh dengan menetapkan 22 tokoh muda Nahdliyin inspiratif dari berbagai latar belakang profesi.


Diday menjelaskan, para penerima penghargaan tidak hanya berasal dari keluarga besar Nahdlatul Ulama. Sebagian besar di antaranya juga memiliki latar belakang pendidikan pesantren dan pengalaman sebagai santri.


Mereka berasal dari beragam bidang pengabdian, mulai dari kiai pengasuh pesantren, politisi, penyelenggara pemilu, akademisi, hingga wirausahawan.


Dalam proses penjaringan, penyaringan, hingga penetapan penerima penghargaan, FJN mengedepankan prinsip independensi dan imparsialitas.


“Mulai penjaringan, penyaringan hingga penetapan, kami mempertahankan prinsip independen dan imparsial. Banyak di antara penerima penghargaan tidak kami kenal secara personal. Kalau pun ada yang kenal, kerahasiaan dijaga hingga hari H pengumuman,” jelas jurnalis media terbitan Surabaya tersebut.


Masuknya lima legislator PKB dalam daftar penerima penghargaan ini turut memperlihatkan keberagaman kiprah generasi muda Nahdliyin di ranah politik dan pemerintahan. Pengabdian mereka di lembaga legislatif menjadi salah satu bagian dari kontribusi anak muda NU dalam mengawal aspirasi masyarakat dan pembangunan.


KH Abdul Chalim Raih Penghargaan Sepanjang Masa


Selain memberikan apresiasi kepada 22 tokoh muda, FJN juga menganugerahkan Lifetime Achievement Award atau penghargaan pencapaian sepanjang masa kepada KH Abdul Chalim, salah satu pendiri Nahdlatul Ulama yang telah ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional oleh Pemerintah Republik Indonesia.


Almarhum KH Abdul Chalim merupakan ayah dari KH Asep Saifuddin Chalim, pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah di Surabaya dan Pacet, Mojokerto.


KH Abdul Chalim dikenal sebagai salah satu tokoh yang berperan penting dalam menopang perjuangan NU pada masa awal berdirinya organisasi tersebut. Keteladanan, kealiman, dan kesederhanaannya menjadi nilai penting yang relevan untuk diwariskan kepada generasi penerus.


Diday menilai, sosok KH Abdul Chalim mencerminkan figur ulama yang tidak hanya memiliki ilmu dan kemampuan ekonomi, tetapi juga mengabdikan hartanya untuk pendidikan serta pemberdayaan umat.


“Kami rindu ulama yang alim, kaya tapi tetap sederhana. Hartanya didermakan untuk mendidik dan memberdayakan umat. Sosok itu ada pada Kiai Abdul Chalim,” pungkasnya.


Berikut daftar lengkap 22 Tokoh Muda Nahdliyin Inspiratif 2026:


KH Imam Jazuli – Pengasuh Ponpes BIMA, alumni Lirboyo.


KH M. Zulvian Ikfina – Pengasuh Ponpes Al Falah Sumberadi, alumni Al Falah Ploso.


Nihayatul Wafiroh – Anggota DPR RI.


Kawendra Lukistian – Anggota DPR RI.


Yusuf Rio Wahyu Prayogo – Bupati Situbondo.


Muhammad Hilman Mufidi – Anggota DPR RI.

Ansari – Anggota DPR RI.


Multazamudz Dzikri – Anggota DPRD Jawa Timur.


Jairi Irawan – Anggota DPRD Jawa Timur.


Nurul Huda – Anggota DPRD Jawa Timur.


Mohammad Faridz Afif – Anggota DPRD Surabaya.


Azhar Kahfi – Anggota DPRD Surabaya.


Rizza Ali Faizin – Anggota DPRD Sidoarjo.


Mohammad Misbah Sadjad – Anggota DPRD Jombang.


Misbakhul Munir – Ketua DPW Partai Gelora Jawa Timur.


Zulham Mubarak – Anggota DPRD Kabupaten Malang.


Ismail – Anggota DPRD Pamekasan.


Imam Fadli – Anggota DPRD Lamongan.


Aang Kunaifi – Ketua KPU Jawa Timur.


Mohammad Ghofirin – Ketua Baznas Jawa Timur.


Yaoma Tertibi – Akademisi.


Heri Cahyo Bagus Setiawan – Wirausahawan.


Sementara itu, Lifetime Achievement Award 2026 diberikan kepada KH Abdul Chalim, pendiri Nahdlatul Ulama sekaligus Pahlawan Nasional Republik Indonesia. (Red) 

Bagikan:

Komentar