|
Menu Close Menu

Kopi Pancal Jual Lebih dari 100 Cup Sehari, Asra dan Rajab Racik Varian Kopi dengan Resep Sendiri

Senin, 19 Oktober 2026 | 16.35 WIB

Asra dan Rajab saat berada di lapak Kopi Pancal.(Dok/Asra) 
Lensajatim.id, Bangkalan – Asra Agustini Salsabila, 23, warga Jalan Letnan Singosastro Nomor 08, bersama Rajab Ali Syahputra, 24, warga Banyuates, merintis usaha Kopi Pancal sejak Februari 2024. Usaha minuman tersebut mengusung konsep kopi keliling untuk memudahkan pelanggan mendapatkan kopi saat beraktivitas.


Kopi Pancal berjualan di kawasan Alun-Alun Bangkalan. Konsep tersebut dipilih agar pelanggan tidak perlu mendatangi kedai terlebih dahulu untuk menikmati kopi.


“Alasan kita memilih membuka usaha kopi keliling agar mempermudah para customer membeli kopi tanpa harus ke suatu tempat terlebih dahulu,” ungkap Asra dan Rajab, Minggu (18/10/2026).


Kopi Pancal menawarkan delapan varian minuman, mulai dari Black Peach, Coffee Latte, Cappuccino Freddo, Coffee Caramellow, Coffee Aren Bliss, Matcha Delight, Milo Dinosaur, hingga Royal Tiramisu. Harga minuman dibanderol mulai Rp8 ribu hingga Rp12 ribu.


Keunikan produk menjadi salah satu hal yang diutamakan dalam menjalankan usaha tersebut. Kopi Pancal menggunakan resep racikan sendiri yang dikembangkan melalui proses riset dan pengembangan atau research and development (R&D).


“Kita memiliki rasa yang diciptakan sendiri dengan berbagai macam varian dan R&D yang cukup lama sehingga menciptakan rasa kopi yang unik dan berbeda dari kopi lainnya,” jelasnya.


Dalam sehari, Kopi Pancal mampu menjual lebih dari 100 cup. Selain melayani pembelian langsung, usaha ini juga menyediakan layanan pesan antar melalui ShopeeFood.


Meski menjadi pekerjaan sampingan, usaha tersebut turut membantu memenuhi kebutuhan para pemiliknya. Kopi Pancal juga mempekerjakan tiga karyawan yang membantu menjalankan usaha.


Musim hujan menjadi salah satu tantangan dalam menjalankan usaha kopi keliling. Untuk menghadapinya, Asra dan Rajab tetap menjaga konsistensi penjualan, termasuk melalui layanan pesan antar.


“Di saat musim hujan, kita tetap ikhtiar dan konsisten. Pesanan online tetap kami jalankan,” ungkapnya.


Asra dan Rajab belum bersedia menyebutkan besaran omzet harian Kopi Pancal. Meski demikian, hasil usaha tersebut membantu memenuhi kebutuhan mereka.


Ke depan, keduanya berharap dapat mengembangkan Kopi Pancal menjadi sebuah kafe. Saat ini, mereka masih merintis usaha tersebut secara bertahap agar dapat berkembang lebih besar. (rif)

Bagikan:

Komentar