|
Menu Close Menu

Berawal dari Hobi, Dua Sahabat di Bangkalan Jual Ganci Custom Prasmanan

Kamis, 15 Oktober 2026 | 15.48 WIB

Kurus Sa'adah & Siti Nur khaliza saat berjualan di lapaknya di CFD Alun-Alun Bangkalan.(Dok/Nurus Sa'adah) 

Lensajatim.id, Bangkalan– Berawal dari ketertarikan terhadap barang-barang lucu dan kreativitas dalam membuat aksesori, Nurus Sa’adah (24) bersama sahabatnya, Siti Nur Khaliza (24), mengembangkan usaha gantungan kunci atau ganci custom dengan konsep prasmanan. Sejak September 2025, keduanya menawarkan beragam aksesori yang dapat dipilih dan dirangkai sendiri oleh pembeli di kawasan Car Free Day (CFD) Alun-Alun Bangkalan.

Usaha tersebut bermula dari obrolan sederhana ketika keduanya bertemu saat melayat ke rumah seorang teman. Dalam perbincangan itu, mereka saling menceritakan rencana masa depan dan keinginan untuk menjadi pengusaha. Nurus mengaku sudah memiliki keinginan membangun usaha sejak masih menempuh pendidikan di pondok pesantren, sedangkan Halis, sapaan akrab Siti Nur Khaliza, juga tertarik memiliki usaha sendiri.


Awalnya, Nurus berencana membuka usaha dekorasi dan buket. Namun, setelah mempertimbangkan kebutuhan modal yang cukup besar, keduanya mencari alternatif usaha yang lebih sesuai dengan kondisi mereka. Halis kemudian menawarkan ide berjualan ganci dengan menunjukkan hasil karyanya yang sebelumnya sempat ia dokumentasikan.


Ide tersebut disambut baik oleh Nurus hingga keduanya sepakat menjalankan usaha bersama. Mereka memilih ganci karena produknya menarik, proses pengerjaannya menyenangkan, dan usahanya dapat dijalankan tanpa terlalu mengganggu kesibukan masing-masing.


“Kalau alasan memilih jualan ganci sebenarnya lucu saja. Rasanya seperti bukan jualan, tetapi seperti bermain karena setiap hari bertemu barang-barang lucu. Selain itu, usaha ini tidak terlalu merepotkan dan tidak mengganggu kesibukan kami,” ujar Nurus dan halis, Rabu (14/10/2026).


Saat ini, Nurus bekerja sebagai guru honorer di sekolah dasar, sedangkan Halis sedang menempuh pendidikan di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) pada jurusan Desain Interior sekaligus menerima pesanan buket dari rumah. Perbedaan kesibukan tersebut membuat keduanya perlu mengatur waktu agar usaha tetap berjalan.



Salah satu daya tarik usaha mereka terletak pada konsep prasmanan. Melalui konsep ini, pembeli dapat memilih sendiri berbagai aksesori yang ingin digunakan untuk membuat gantungan kunci sesuai selera. Pembeli juga dapat menambahkan aksesori atau mengganti kombinasi warna agar hasilnya terlihat lebih menarik.


Produk yang ditawarkan mengikuti tren dengan pilihan model yang lucu dan harga relatif terjangkau. Model sederhana tetapi tetap menarik menjadi salah satu jenis yang banyak diminati pelanggan. Dengan konsep tersebut, pembeli tidak hanya mendapatkan gantungan kunci, tetapi juga dapat menentukan tampilan produk sesuai keinginan.


Dalam menjalankan usaha, keduanya membagi tugas berdasarkan kemampuan masing-masing. Nurus bertugas melayani pelanggan dan menerima pembayaran, sedangkan Halis menangani proses perakitan ganci karena dinilai lebih kreatif dalam menyusun berbagai aksesori.


Setelah pelanggan menyelesaikan pembayaran, pesanan diteruskan kepada Halis untuk dirangkai sesuai pilihan pembeli. Pembagian tugas tersebut membantu proses pelayanan sekaligus memberi ruang bagi masing-masing untuk berkontribusi dalam menjalankan usaha.


Keduanya membuka lapak setiap hari Minggu di CFD Alun-Alun Bangkalan. Pelanggan yang datang berasal dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak, pelajar, mahasiswa, hingga orang tua. Untuk memperkenalkan produknya kepada masyarakat dan menjangkau lebih banyak calon pembeli, Nurus dan halis sama-sama memanfaatkan TikTok sebagai media promosi usaha mereka.


Meski demikian, perjalanan usaha mereka tidak selalu berjalan mulus. Salah satu kendala yang dihadapi adalah ketersediaan bahan baku karena sebagian besar aksesori dibeli secara daring. Terkadang, barang yang datang memiliki kualitas atau ukuran yang yang tidak sesuai harapan, bahkan beberapa stok kosong ketika dibutuhkan.


Selain itu, karena produk dibuat secara handmade, hasil setiap ganci tidak selalu bisa sama persis meskipun pelanggan menggunakan contoh yang sama. Ketersediaan aksesori dan proses pengerjaan menjadi faktor yang memengaruhi hasil akhir produk.


Waktu berjualan yang hanya tersedia pada hari Minggu juga menjadi tantangan tersendiri. Beberapa calon pelanggan mengaku kesulitan datang ke CFD karena tidak sempat atau harus beraktivitas pada pagi hari. Sementara itu, keinginan untuk memperluas penjualan melalui TikTok Shop masih dipertimbangkan karena usaha mereka melayani pesanan khusus dan keduanya belum dapat fokus berjualan sepanjang waktu.


Bagi Nurus dan Halis, usaha tersebut menjadi sumber penghasilan yang membantu memenuhi kebutuhan pribadi. Penghasilannya dapat digunakan untuk menambah uang saku, ditabung, hingga diberikan kepada orang tua. Ketika jumlah pembeli meningkat, mereka juga mengajak anggota keluarga untuk membantu dengan memberikan upah.


Salah satu pengalaman yang berkesan bagi keduanya adalah bertemu pelanggan yang terus kembali membeli produk mereka setiap minggu. Ada pula pelanggan yang bersedia datang dari tempat jauh untuk mendapatkan ganci yang diinginkan. Hal tersebut menjadi pengalaman menyenangkan sekaligus penyemangat untuk terus mengembangkan usaha.


Ke depan, Nurus dan Halis berharap usaha ganci custom yang mereka jalankan bersama dapat berkembang lebih besar. keduanya tidak hanya ingin meningkatkan penghasilan, tetapi juga membuka kesempatan kerja bagi orang lain sehingga usaha tersebut dapat memberikan manfaat yang lebih luas.


“Harapan saya dan teman saya yang paling penting adalah ingin membuka lapangan pekerjaan bagi orang lain. Siapa tahu usaha ini juga bisa menjadi berkah bagi kami,” ungkap Nurus dan halis. (Tik) 

Bagikan:

Komentar