|
Menu Close Menu

Sambut Hari Santri 2026, GP Ansor Sumenep Dorong Kader Jadi Santri Teknopreneur

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 15.43 WIB

 

Kegiatan Pelatihan Enterpreneur PC GP Ansor Kabupaten Sumenep di Rock Stick, Jalan Arya Wiraraja, Lingkar Timur, Gedungan, Batuan, Sumenep.(Dok/Istimewa). 
Lensajatim.id, Sumenep — Menyambut Hari Santri 2026, Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor (PC GP Ansor) Kabupaten Sumenep membekali kader dengan kemampuan kewirausahaan melalui Pelatihan Enterpreneur bertema “Santri Tekno-preneur: Transformasi Digital dan Kemandirian Ekonomi Santri Milenial”.


Kegiatan tersebut digelar di Rock Stick, Jalan Arya Wiraraja, Lingkar Timur, Gedungan, Batuan, Sumenep. Ratusan kader GP Ansor Kabupaten Sumenep tampak antusias mengikuti pelatihan yang menjadi bagian dari rangkaian kegiatan menyambut peringatan Hari Santri tahun 2026 tersebut.


Ketua PC GP Ansor Kabupaten Sumenep, KH Qumri Rahman, mengatakan santri ke depan perlu mengambil peran yang lebih luas. Menurutnya, santri tidak hanya memiliki tanggung jawab sebagai penjaga gawang keagamaan, tetapi juga memiliki peran penting dalam kehidupan sosial kemasyarakatan, bangsa, dan negara.

“Termasuk sahabat-sahabat Ansor perlu mengambil peran di dunia ekonomi,” kata KH Qumri, Sabtu (10/10/2026). 


Ia menegaskan, pelatihan tersebut diharapkan menjadi momentum untuk mengasah kemampuan kader, baik di tingkat PC maupun Pimpinan Anak Cabang (PAC).


KH Qumri berharap dari kader-kader Ansor dan para santri nantinya lahir para pengusaha hebat yang mampu memberikan dampak bagi masyarakat. Terlebih, para santri juga diharapkan mampu memanfaatkan perkembangan teknologi secara positif untuk mendukung kemandirian ekonomi.


“Harapannya ke depan dari kader-kader Ansor dan para santri lahir pengusaha hebat nantinya. Lebih-lebih para santri mampu menggunakan dunia teknologi dengan sebaik-baiknya,” tuturnya.


Sementara itu, Erik Ariyanto Wiyono selaku Direktur dan Agen Bintang Grup yang hadir sebagai narasumber mengatakan Indonesia memiliki kekayaan alam yang sangat besar. Potensi tersebut, menurutnya, dapat dikembangkan menjadi berbagai produk yang memiliki nilai ekonomi.


Ia mencontohkan sejumlah potensi yang dapat dikembangkan, mulai dari pembuatan penyulingan hingga pembuatan penyedap rasa berbahan tumbuh-tumbuhan alami.


“Indonesia ini kaya sebenarnya. Maka dengan itu banyak hal yang bisa dilakukan, mulai dari pembuatan penyulingan-penyulingan, pembuatan penyedap rasa dari tumbuh-tumbuhan alami,” ujarnya.


Menurut Erik, berbagai potensi tersebut akan memberikan manfaat dan dampak yang besar apabila dikelola secara serius dan baik.


“Kalau hal ini dikelola dengan baik maka akan sangat besar manfaat dan dampaknya,” tuturnya.


Narasumber lainnya, Dr. Atikatul Himmah, M.Pd.I., Branch Manager Area Madura The Benny English College, menyampaikan bahwa terdapat sejumlah hal penting yang perlu dimiliki seseorang dalam menjalankan bisnis.


Menurutnya, kemampuan atau skill sesuai bidang usaha yang ditekuni menjadi salah satu modal utama. Selain itu, pelaku usaha juga perlu membangun jaringan, memahami pasar, serta memperkuat branding diri dan branding perusahaan.


“Dalam dunia bisnis perlu beberapa hal yang perlu dimiliki, adalah skill atau kemampuan dalam usaha yang akan kita tekuni, jaringan, pasar serta branding diri dan branding perusahaan,” tuturnya.


Lebih lanjut, Atika memberikan resep sederhana bagi para kader dan santri yang ingin memulai usaha. Menurutnya, hal paling mendasar dalam berbisnis adalah keberanian untuk memulai.


“Hal yang paling mendasar dalam bisnis adalah mau memulai,” imbuhnya.


Sebatas informasi, Teknopreneur adalah gabungan kata dari technology (teknologi) dan entrepreneur (pengusaha), yang berarti seorang wirausahawan yang menjadikan inovasi teknologi sebagai inti dari produk, layanan, atau model bisnisnya.


Pelatihan tersebut menjadi bagian dari upaya PC GP Ansor Kabupaten Sumenep mendorong kader dan santri agar tidak hanya memiliki kapasitas di bidang keagamaan dan sosial, tetapi juga mampu membaca peluang ekonomi serta memanfaatkan teknologi untuk membangun kemandirian. (Sid) 

Bagikan:

Komentar