![]() |
| Prosesi Pelantikan Fajar Hidayatullah sebagai Ketua STKIP PGRI Kabupaten Bangkalan.(Dok/Istimewa). |
Pelantikan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat komitmen pengembangan institusi pendidikan tinggi, terutama dalam menghadapi perubahan regulasi pendidikan nasional, meningkatkan kompetensi sumber daya manusia, serta merealisasikan rencana perubahan bentuk kelembagaan menjadi universitas.
Pembina Yayasan Lembaga Pendidikan Perguruan Tinggi (YPLP-PT) PGRI Bangkalan, Dr. H. Sunardjo, S.H., M.Hum., menyampaikan bahwa pelantikan tersebut dilaksanakan berdasarkan anggaran dasar dan statuta STKIP PGRI Bangkalan, serta rekomendasi dari Pengurus Besar PGRI di Jakarta dan Pengurus PGRI Provinsi Jawa Timur.
Ia berharap Ketua STKIP PGRI Bangkalan yang kembali dipercaya memimpin dapat menjalankan amanah dengan baik dan membawa institusi semakin berkembang.
“Harapan saya selaku pembina dan seluruh jajaran yayasan, Ketua STKIP periode ini bisa melaksanakan amanah dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.
Sunardjo juga menekankan pentingnya menjaga kondusivitas lingkungan kampus. Menurutnya, apabila terdapat perbedaan pandangan di lingkungan institusi, penyelesaiannya perlu dilakukan melalui pendekatan persuasif agar tidak menghambat jalannya organisasi.
Selain itu, ia berharap rencana perubahan bentuk STKIP PGRI Bangkalan menjadi universitas yang selama ini dipersiapkan dapat segera terealisasi.
Sementara itu, Ketua STKIP PGRI Bangkalan, Fajar Hidayatulloh, mengatakan tantangan pendidikan tinggi ke depan semakin kompleks. Perguruan tinggi dituntut mampu beradaptasi dengan perubahan regulasi pemerintah, perkembangan dunia pendidikan, serta dinamika global yang terus berlangsung.
Menurutnya, penyesuaian terhadap standar nasional pendidikan tinggi menjadi salah satu hal penting yang harus diperhatikan, baik dalam peningkatan kualitas dosen maupun kompetensi mahasiswa.
“Tentu akan banyak perubahan ke depan. Bukan hanya perubahan melalui regulasi dan tantangan dari pemerintah, tetapi juga keadaan dan kondisi dunia yang semakin berubah. Dosen maupun mahasiswa harus bisa menjawab tantangan itu semua,” kata Fajar.
Ia menegaskan, STKIP PGRI Bangkalan perlu terus meningkatkan kompetensi dan menyesuaikan penyelenggaraan pendidikan dengan standar yang ditetapkan pemerintah, sekaligus merespons kebutuhan dan perkembangan zaman.
Fajar juga menyoroti upaya perubahan bentuk kelembagaan menjadi universitas yang telah diperjuangkan dalam beberapa tahun terakhir. Ia berharap proses tersebut dapat segera mencapai hasil sesuai dengan rencana.
Menurutnya, transformasi menuju universitas bukanlah pekerjaan yang dapat diselesaikan oleh pimpinan seorang diri, melainkan membutuhkan dukungan dan kerja sama seluruh unsur kampus.
“Ini adalah kerja bersama kita semua, bukan hanya saya secara pribadi,” tegasnya.
Dalam menjalankan kepemimpinan, Fajar turut menekankan nilai-nilai universitas yang telah dirumuskan dalam kurikulum MBE, dengan mengusung slogan “Sinergi” sebagai nilai yang diharapkan menjadi landasan dalam membangun kolaborasi dan memajukan STKIP PGRI Bangkalan. (Eko)


Komentar