BANGKALAN, lensajatim.id - Olahraga domino semakin menunjukkan eksistensinya sebagai cabang olahraga prestasi. Hal ini terlihat dalam Open Turnamen Domino Cup IPNU-IPPNU Kabupaten Bangkalan yang digelar di Aula Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Bangkalan, Minggu (11/10/2026).
Turnamen yang menjadi bagian dari Festival Pelajar tersebut diikuti 32 tim dari kalangan pelajar dan peserta umum berusia di bawah 25 tahun. Setiap tim terdiri atas dua orang yang beradu strategi, konsentrasi, dan kecermatan untuk memperebutkan gelar juara.
Ketua PC IPNU Kabupaten Bangkalan, Muhammad Osman, mengatakan turnamen tersebut digelar untuk memperkenalkan olahraga domino kepada kalangan pelajar sekaligus membangkitkan semangat generasi muda dalam meraih prestasi di bidang olahraga.
Menurutnya, pengakuan domino sebagai cabang olahraga prestasi dan masuknya induk organisasi olahraga domino, PB ORADO, sebagai anggota KONI Pusat menjadi momentum penting untuk mengubah pandangan masyarakat terhadap olahraga tersebut.
"Turnamen ini diikuti 32 tim dari kalangan pelajar dan umum dengan batas usia di bawah 25 tahun. Setiap tim terdiri atas dua orang peserta yang mewakili timnya masing-masing," ujar Osman.
Ia menegaskan, domino harus ditempatkan sebagai olahraga yang memberikan manfaat positif bagi generasi muda, bukan dikaitkan dengan praktik perjudian.
"Ingat, domino adalah olahraga, bukan perjudian! Mari kita jadikan olahraga domino sebagai wadah untuk mengembangkan potensi diri, mempererat persaudaraan, dan meraih prestasi," tegasnya.
Osman menjelaskan, turnamen berlangsung selama satu hari, mulai dari babak penyisihan hingga partai final. Empat tim terbaik berhak menempati posisi juara pertama hingga keempat dan mendapatkan uang pembinaan serta sertifikat penghargaan.
Dukungan terhadap perkembangan olahraga domino juga disampaikan Ketua KONI Kabupaten Bangkalan, Tajul Anwar. Ia mengapresiasi penyelenggaraan turnamen tersebut sebagai langkah positif dalam membangun ekosistem olahraga domino yang lebih terarah dan berorientasi pada prestasi.
Menurut Tajul, domino memiliki potensi besar untuk berkembang apabila dibina secara serius melalui organisasi resmi dan kompetisi yang sehat.
Ia juga menyampaikan bahwa olahraga domino direncanakan menjadi salah satu cabang yang dipertandingkan dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur X Tahun 2027 di Surabaya.
"Kami pastikan olahraga domino ini akan dipertandingkan di Porprov. Namun, ada persyaratan yang harus dipenuhi atlet, terutama batas usia maksimal 25 tahun dan harus tergabung dalam klub ORADO sebagai bagian dari pembinaan atlet," ungkap Tajul dalam sambutannya.
Ia optimistis olahraga domino di bawah naungan ORADO dapat berkembang pesat di Kabupaten Bangkalan, terutama jika didukung pembinaan atlet yang berkelanjutan dan kompetisi secara rutin.
Sementara itu, Ketua Pengurus Cabang ORADO Kabupaten Bangkalan, Helmi Fuad, menekankan pentingnya membangun pemahaman yang benar mengenai olahraga domino di tengah masyarakat.
Ia menjelaskan bahwa melalui induk organisasinya, PB ORADO, olahraga domino telah memperoleh pengakuan sebagai bagian dari olahraga prestasi nasional dan menjadi anggota KONI Pusat pada 2026.
"Ini merupakan momentum penting untuk mengubah cara pandang masyarakat terhadap domino. Selama ini, sebagian masyarakat mengenal domino hanya sebagai permainan di warung kopi, bahkan kerap dikaitkan dengan perjudian," paparnya.
Helmi menegaskan, ORADO berkomitmen mengembangkan domino sebagai olahraga prestasi yang mengutamakan kecerdasan, konsentrasi, kedisiplinan, sportivitas, dan persaudaraan.
"Perlu kita tegaskan bersama, olahraga domino bukanlah perjudian. Dalam olahraga domino, tidak boleh ada taruhan uang maupun praktik perjudian dalam bentuk apa pun. Yang kita bangun adalah kompetisi yang sehat, berintegritas, dan berorientasi pada prestasi," tegasnya.
Ia berharap turnamen yang melibatkan pelajar dan generasi muda tersebut dapat menjadi pintu masuk bagi lahirnya atlet-atlet domino potensial dari Bangkalan.
Persaingan ketat akhirnya melahirkan empat tim terbaik dalam Open Turnamen Domino Cup IPNU-IPPNU Kabupaten Bangkalan.
Tim When Ya yang diperkuat Ali dan Imunk berhasil keluar sebagai juara pertama setelah melewati persaingan dengan tim-tim peserta lainnya.
Posisi juara kedua diraih Holil dan Fauzan. Sementara itu, tim pemula yang diperkuat Taufik dan Jay menempati juara ketiga. Adapun posisi juara keempat diraih tim PCY yang diperkuat Khoirol dan Alex.
Perwakilan juara pertama, Ali, mengaku senang dapat mengikuti turnamen tersebut. Baginya, kegiatan ini bukan hanya tentang memenangkan pertandingan, tetapi juga menjadi kesempatan untuk berkumpul, mengasah kemampuan, dan memperluas persaudaraan.
"Saya sangat senang bisa mengikuti perlombaan domino ini. Kegiatan ini membuat kami bisa berkumpul, melatih kemampuan bermain, dan menambah persaudaraan. Terima kasih kepada IPNU dan ORADO Bangkalan," ujarnya. (Syaiful)


Komentar