![]() |
| Primintami sedang menyiapkan pesan pelanggan saat jualan di CFD Alun-Alun Bangkalan.(Dok/Primintami). |
Sebelum memutuskan berjualan, Pramintami sempat mencoba membuat banana pudding untuk dibagikan kepada teman-teman dekatnya pada 2024. Respons positif dari teman-temannya mendorongnya untuk mencoba menjadikan makanan tersebut sebagai peluang usaha. Namun, rencana itu baru terealisasi pada 2026 karena ia sempat merasa takut produknya tidak akan diminati pembeli.
Keputusan untuk mulai berjualan juga didasari keinginannya menghadirkan dessert yang menurutnya belum banyak dijumpai di Bangkalan. Ia melihat banana pudding sebagai peluang untuk memperkenalkan jenis makanan manis yang berbeda dari puding pada umumnya.
Menurut Pramintami, banana pudding yang dijualnya bukan puding bertekstur seperti jeli sebagaimana yang sering dibayangkan masyarakat. Produk tersebut lebih menyerupai dessert lembut dan creamy yang memadukan pisang, krim, serta biskuit.
Bahan yang digunakan antara lain susu UHT, whipping cream, susu kental manis, gula, kuning telur, pisang, dan berbagai biskuit maupun topping. Perpaduan bahan tersebut menjadi ciri khas Baravelle Banana Pudding yang ditawarkan dalam sejumlah pilihan rasa.
Saat ini, Baravelle menyediakan enam varian, yakni Original, Cookies & Cream, Strawberry, Choco Brownie, Lotus, dan Matcha Strawberry. Harga produknya bervariasi sesuai varian dan ukuran. Original serta Cookies & Cream dibanderol Rp15 ribu untuk ukuran medium dan Rp20 ribu untuk ukuran large. Varian Strawberry dan Matcha Strawberry dijual mulai Rp17 ribu, sedangkan Choco Brownie mulai Rp18 ribu. Varian Lotus dibanderol Rp17 ribu untuk medium dan Rp22 ribu untuk large. Pelanggan juga dapat memilih paket mix tiga rasa seharga Rp22 ribu.
Di antara pilihan tersebut, varian Lotus, Cookies & Cream, dan Choco Brownie menjadi menu yang paling diminati. Menurut Pramintami, produk yang dibawanya bahkan bisa habis dalam waktu sekitar satu jam ketika penjualan berlangsung ramai.
Pramintami berjualan setiap Minggu saat Car Free Day (CFD) di kawasan Alun-Alun Bangkalan. Karena lokasi pedagang sementara dapat berubah, ia biasanya menempati area sekitar jam gadang. Selain berjualan secara langsung, ia juga menerima pesanan daring, terutama ketika jumlah pesanan cukup banyak. Promosi produk dilakukan melalui TikTok untuk menjangkau calon pembeli.
Dalam satu kali berjualan, Pramintami dapat membawa sekitar 500 cup banana pudding. Meski demikian, ia mengaku ada sejumlah tantangan yang harus dihadapi. Salah satunya adalah persaingan mendapatkan lokasi berjualan di area CFD. Untuk mengatasinya, ia berusaha mendaftar lebih awal agar memperoleh tempat.
Ketersediaan bahan dan perlengkapan juga menjadi perhatian, terutama cup yang terkadang sulit ditemukan di Bangkalan sehingga harus dibeli melalui Shopee. Selain itu, ia membutuhkan proses untuk menemukan komposisi bahan dan tekstur yang paling sesuai sebelum produknya mulai dijual.
Perjalanan usaha tersebut turut menambah pengalaman dan relasi Pramintami. Ia mengaku senang dapat bertemu orang-orang baru, sekaligus kembali menjalin hubungan dengan teman lama melalui kegiatan berjualan.
Meski banana pudding bukan sumber penghasilan utamanya, usaha ini menjadi salah satu kegiatan produktif yang dijalankannya bersama pekerjaan lain. Sebelum merintis usaha tersebut, Pramintami pernah bekerja sebagai guru les privat dan guru di sekolah menengah atas. Ia juga menjalankan usaha sate taichan.
Dalam menjalankan penjualan banana pudding, Pramintami dibantu oleh satu orang. Ia pun terus mengembangkan produknya. Jika pada awal penjualan hanya menawarkan empat varian, kini pilihannya bertambah menjadi enam varian.
Ke depan, Pramintami berharap dapat menjaga cita rasa produknya agar tetap konsisten dan semakin diminati pelanggan. Ia juga memiliki keinginan untuk membuka tempat berjualan di lokasi lain dan melayani pembeli setiap hari, mengingat ada pelanggan yang menanyakan ketersediaan produknya di luar hari Minggu.
Bagi Pramintami, memulai usaha membutuhkan keberanian untuk mencoba sekaligus kesungguhan dalam menjalankannya. Ia berpesan agar anak muda tidak terlalu takut terhadap penilaian orang lain sebelum berusaha.
“Coba saja, jangan takut mencoba dan jangan terlalu mendengarkan apa kata orang lain. Setelah mencoba, jalani dengan serius dan terus berusaha. Selagi masih muda dan punya tenaga, manfaatkan waktu untuk hal-hal yang produktif daripada menyesal nanti,” ujar Pramintami, Minggu (11/10/2026). (Tik)


Komentar