![]() |
| Anggota DPD RI Lia Istifhama saat melepas kirab Hari Santri Nasional 2026 di Probolinggo.(Dok/Istimewa). |
Kemeriahan semakin terasa ketika Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Dr. Hj. Lia Istifhama, secara langsung mengibarkan bendera start sebagai tanda dimulainya kirab yang melibatkan ratusan santri tersebut.
Namun, sebelum melepas peserta, senator yang akrab disapa Ning Lia itu lebih dulu mencairkan suasana dengan pantun jenaka. Dengan gaya santai dan penuh keakraban, ia mengajak para santri menikmati momen kebersamaan tersebut.
“Saya boleh kasih pantun sedikit saja?” ucap Ning Lia sebelum melantunkan pantunnya.
“Ikan tempe, ikan tahu,
Santri-santri sayang,
Lope-lope aku padamu.”
Pantun sederhana itu menjadi pembuka yang menghadirkan suasana hangat dalam rangkaian kirab. Ning Lia kemudian bersiap memberikan aba-aba keberangkatan kepada ratusan peserta.
Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, Ning Lia secara resmi melepas Kirab Hari Santri 2026 melalui kibaran bendera start.
“Ayo, let's go! One, two, go!” serunya saat memberikan aba-aba kepada peserta kirab.
Suasana semakin semarak ketika seruan “Hari Santri! Hari Santri! Hari Santri!” menggema, menambah antusiasme para peserta yang mengikuti rangkaian kegiatan.
Momentum Hari Santri tersebut menjadi ajang mempererat persaudaraan, memperkuat kebersamaan, sekaligus membangkitkan semangat generasi muda dalam menjaga nilai-nilai keislaman dan kebangsaan.
Di tengah suasana penuh kegembiraan, Ning Lia turut menyampaikan doa dan harapan agar seluruh peserta senantiasa diberikan kesehatan, kebahagiaan, serta kelancaran selama mengikuti kegiatan.
Kirab yang digelar PRNU Kedung Asem tersebut tidak sekadar menjadi perayaan tahunan, tetapi juga menjadi ruang kebersamaan bagi ratusan santri untuk menunjukkan kecintaan terhadap tradisi pesantren dan semangat perjuangan para ulama.
Melalui peringatan Hari Santri 2026, nilai persatuan, persaudaraan, dan pengabdian diharapkan terus tumbuh di kalangan generasi muda, khususnya para santri yang menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat. (Red)


Komentar