![]() |
| Gus Hilman, Anggota Komisi X DPR RI bersama BRIN saat memberikan bimbingan teknis manajemen bisnis bagi UMKM di Kabupaten Probolinggo. (Dok/Istimewa). |
Kegiatan inspiratif ini digelar pada Kamis, 17 Juli 2025 di Cafe Alino, Kota Kraksaan, dan dihadiri langsung oleh pelaku usaha dari berbagai penjuru daerah. Gus Hilman menghadirkan narasumber kompeten dari BRIN, yakni Indra Rusyadi Adiwijaya, seorang analis pemanfaatan IPTEK yang berperan dalam menyebarluaskan hasil riset dan inovasi kepada masyarakat.
“Dengan Bimtek bersama BRIN ini, UMKM yang mikro diharap naik kelas jadi kecil, kemudian menengah,” ujar Gus Hilman, politisi muda dari Fraksi PKB yang mewakili Dapil Pasuruan–Probolinggo.
Lebih dari sekadar pelatihan biasa, Bimtek ini mendorong pelaku UMKM untuk bertransformasi dari usaha bertahan hidup menjadi pelaku ekonomi yang berbasis inovasi dan berdaya saing tinggi.
Berdasarkan data DKUPP Kabupaten Probolinggo, terdapat 43.015 unit usaha mikro, dibanding hanya 648 usaha kecil dan 61 usaha menengah. Kecamatan Kraksaan menjadi daerah dengan jumlah UMKM terbanyak, menunjukkan potensi luar biasa namun belum tergarap maksimal.
Padahal, menurut UU Nomor 20 Tahun 2008, klasifikasi UMKM sangat ditentukan oleh aset dan omzet. Mayoritas pelaku usaha masih berada di level mikro dengan aset di bawah Rp 50 juta dan omzet tahunan maksimal Rp 300 juta.
“Kalau kita biarkan, UMKM hanya akan menjadi pelengkap ekonomi. Padahal mereka bisa menjadi motor utama. Di sinilah riset dan inovasi punya peran,” tambah Gus Hilman.
Kehadiran BRIN membawa angin segar. Tidak hanya memberi teori, BRIN membuka pintu bagi pelaku UMKM untuk mengakses hasil-hasil riset yang bisa langsung diaplikasikan ke lini bisnis mereka. Mulai dari teknologi pengemasan, pengolahan bahan baku, hingga pemasaran digital berbasis data.
Dengan kolaborasi ini, Gus Hilman berharap akan tercipta ekosistem baru UMKM yang melek teknologi, adaptif terhadap perubahan pasar, dan siap bersaing di level nasional maupun internasional. (Had)


Komentar