![]() |
Kegiatan PAC GP Ansor Kecamatan Batang-Batang Sumenep.(Dok/Istimewa). |
Oleh : Adi Purnomo
Lensajatim.id, Opini- Gerakan yang dilakukan oleh Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Batang-Batang, Kabupaten Sumenep, patut diapresiasi. Pada hari Jumat (1/8/2025), mereka dengan sukarela melakukan aksi konkret berupa membersihkan tumpukan sampah di tikungan Desa Batang-Batang Laok, Kecamatan Batang-Batang. Sampah-sampah tersebut kemudian dipindahkan ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang telah ditentukan oleh Pemerintah Daerah, dengan terlebih dahulu berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sumenep.
Bagi sebagian warga Sumenep, khususnya pengguna jalan raya yang melintasi tikungan Desa Batang-Batang Laok, tentu tidak asing dengan aroma tidak sedap yang kerap tercium di kawasan tersebut. Bukan karena makhluk gaib, tetapi karena sampah yang dibuang secara sembarangan oleh orang-orang yang tidak memiliki kesadaran lingkungan. Beragam jenis sampah bisa ditemukan di tempat itu, mulai dari popok, sisa makanan, plastik, hingga limbah kelapa.
Hasil investigasi sahabat-sahabat PAC GP Ansor Batang-Batang menunjukkan bahwa para pelaku pembuangan sampah bukanlah warga sekitar. Meski tidak diketahui siapa pelakunya, yang jelas, kita semua perlu terus menyuarakan pentingnya kesadaran lingkungan. Jika belum mampu memberi solusi, setidaknya jangan menambah masalah.
Dari data yang penulis terima, inisiatif PAC GP Ansor Batang-Batang ini mendapat respons positif dari kepala desa setempat, forum pimpinan kecamatan (Forpimka), serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Tidak berhenti pada aksi bersih-bersih, PAC GP Ansor Batang-Batang juga melanjutkan kegiatan dengan seminar dan sosialisasi peduli lingkungan serta peluncuran bank sampah pada puncak acara pelantikan, Rabu (6/8/2025). Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian acara pelantikan yang mengusung tema “Go Green”, sebagai bentuk komitmen terhadap kepedulian dan keberlanjutan lingkungan.
Dari rangkaian kegiatan tersebut, penulis meyakini bahwa PAC GP Ansor Batang-Batang ingin menunjukkan diri sebagai organisasi yang memiliki kesadaran lingkungan. Bahkan, menurut analisa penulis, gerakan ini akan menjadi isu strategis yang terus dikawal secara berkelanjutan oleh Ansor Batang-Batang.
Gerakan ini berpotensi menjadi identitas dan ciri khas tersendiri bagi PAC GP Ansor Batang-Batang di masa mendatang. Oleh karena itu, setidaknya ada beberapa hal penting yang perlu menjadi perhatian bersama:
1. Isu lingkungan perlu terus digaungkan secara berkelanjutan. Setelah aksi awal, langkah berikutnya adalah menggalang gerakan swadaya melalui open donasi. Dana yang terkumpul dapat digunakan untuk membangun bank sampah atau mengelola sampah menjadi produk bernilai ekonomis. Donasi ini secara tidak langsung akan menumbuhkan kesadaran publik bahwa persoalan sampah adalah tanggung jawab bersama.
2. Persoalan sampah sejatinya adalah persoalan kesadaran. Maka dari itu, kampanye tentang kesadaran lingkungan harus terus dilakukan secara konsisten, baik melalui media sosial, kelompok masyarakat, pemerintah desa, maupun pemerintah daerah.
3. Persoalan sampah juga merupakan persoalan kebijaksanaan. Di sinilah pentingnya peran pemerintah melalui kebijakan yang tepat, misalnya penyediaan fasilitas bank sampah di daerah padat penduduk dengan keterbatasan geografis. Selain itu, penyediaan alat transportasi untuk pemindahan sampah ke TPA juga sangat diperlukan agar pengelolaan sampah berjalan efektif.
4. Mengolah sampah menjadi produk yang bernilai ekonomis. Untuk ini, diperlukan pelatihan peningkatan kapasitas dan keterampilan bagi para pegiat lingkungan agar mereka dapat mengelola sampah secara kreatif dan produktif.
5. Masalah sampah tidak bisa diselesaikan oleh satu pihak saja. Oleh sebab itu, perlu keterlibatan aktif dari seluruh elemen masyarakat, komunitas peduli lingkungan, pemerintah desa, dan pemerintah daerah. Kerja sama yang erat dan sinergis sangat diperlukan agar persoalan sampah bisa ditangani dengan cepat dan tepat.
Semoga catatan kecil ini bermanfaat, khususnya bagi penulis sendiri.
Penulis adalah pemerhati sosial-budaya dan aktif dalam gerakan pemberdayaan masyarakat.
Komentar