|
Menu Close Menu

Bangun Solidaritas Kebangsaan, Gus Aam Ajak Semua Pihak Dukung Langkah Presiden

Sabtu, 06 September 2025 | 10.13 WIB

 

Gus Aam (pegang mik), dalam sebuah acara.(Dok/Istimewa).
Lensajatim.id, Jombang– Situasi nasional yang dinilai sarat potensi konflik antar elemen bangsa mendapat perhatian serius dari Pengasuh Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambak Beras Jombang, KH. Sholahul Am Notobuwono. Ulama muda yang akrab disapa Gus Aam itu mengaku prihatin dengan semakin tingginya eskalasi narasi yang seolah membenturkan pemerintah dengan rakyat, bahkan antar institusi negara.


“Demokrasi kita dibangun dengan nilai persatuan yang kuat antara elemen strategis negara – pemerintah, militer, kepolisian, dan masyarakat sipil. Saya menyayangkan adanya narasi yang selalu membenturkan mereka yang sejatinya sedang membangun Republik ini,” ujar Gus Aam, penggagas Asparagus (Aspirasi Para Lora dan Gus), dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (6/9/2025).


Menurut Gus Aam, sejak awal berdirinya negara, sinergi antara elemen-elemen bangsa sudah terbukti kokoh dan saling melengkapi dalam pembangunan nasional. Ia menolak upaya yang menegasikan peran salah satu elemen strategis hanya karena dendam masa lalu.


“Kita ambil contoh peran TNI. Masih ada suara yang meminta TNI kembali ke barak. Menurut saya, narasi ini sarat dendam dan tidak jernih melihat keadaan. Di tengah merosotnya kinerja beberapa institusi lain, TNI justru harus ikut mengambil peran,” tegas mantan Ketua PC GP Ansor Jombang itu.


Gus Aam menilai peran TNI melalui Satgas Mafia Migas, Satgas Anti Narkoba, hingga Satgas Mafia Sawit adalah langkah strategis yang membantu memperbaiki keadaan. “Itu peran mulia yang harus dijalankan TNI di tengah kuatnya jaringan mafia yang merugikan republik ini,” tegasnya.


Ia juga menyoroti perdebatan seputar keterlibatan TNI dalam pembangunan nasional. Menurutnya, TNI justru menjadi salah satu faktor kunci keberhasilan kebijakan berani Presiden Prabowo Subianto dalam melawan mafia yang selama ini merampok kekayaan negara.


“TNI bisa menjadi kunci menyelesaikan masalah perampokan kekayaan negara, terlebih di tengah masih rendahnya kepercayaan publik kepada institusi kepolisian,” ujar alumni Unissula Semarang itu.


Gus Aam menegaskan, keterlibatan TNI bukan berarti mengambil alih peran pihak lain, melainkan memaksimalkan kapasitas yang dimiliki untuk memperbaiki kondisi nasional.


“Harapan semua pihak adalah melihat bangsa ini maju. Kita meyakini Presiden Prabowo mampu membawa perubahan. Saatnya kita saling percaya dan menggerakkan seluruh potensi bangsa demi perbaikan nasional,” pungkasnya. (Had) 

Bagikan:

Komentar