![]() |
| Tim Relawan G25 Indonesia Cabang Pamekasan saat menyalurkan bantuan untuk Ibu Hawati.(Dok/Istimewa). |
Program ini rutin digelar tiga kali dalam sebulan dengan tujuan menekan ketimpangan ekonomi dan memberi nilai tambah bagi masyarakat, khususnya mereka yang tinggal di pelosok Pamekasan. Wilayah tersebut kerap tidak terjangkau oleh berbagai program bantuan pemerintah.
Penyaluran bantuan dilakukan dengan cara unik, yakni mengajak penerima manfaat untuk belanja bersama relawan. Barang yang dibeli disesuaikan dengan kebutuhan nyata penerima, berdasarkan hasil survei dan identifikasi yang dilakukan tim relawan G25 Indonesia.
Ketua G25 Indonesia Cabang Pamekasan, Afifuddin, menjelaskan bahwa bantuan ini murni berasal dari donasi masyarakat yang peduli terhadap sesama. “Mohon diterima, ini merupakan dana yang terkumpul melalui G25 Indonesia yang berpusat di Bangkalan, bukan program pemerintah. Mudah-mudahan bantuan ini bermanfaat, apalagi sekarang bertepatan dengan bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW. Kebetulan Bu Hawati juga akan mengadakan selamatan 40 hari ibunya yang baru meninggal,” ungkapnya.
Bantuan yang diberikan berupa paket kebutuhan pokok, antara lain beras 25 kilogram, mie instan, telur, garam, buah-buahan, dan kebutuhan sehari-hari lainnya. Afifuddin menambahkan bahwa bantuan ini sangat tepat waktu karena Hawati, yang berusia sekitar 57 tahun, hanya bekerja sebagai tukang pijat dengan rata-rata 5 hingga 7 pasien per bulan, sehingga penghasilannya tidak mencukupi kebutuhan hidup.
“Selama ini kebutuhan sehari-hari Bu Hawati sering dibantu oleh tetangga dan keluarga dekat, bahkan sesekali mendapatkan bantuan dari desa setempat. Namun itu belum cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup yang layak,” jelasnya.
Hawati sendiri menyampaikan rasa haru dan terima kasihnya atas perhatian para donatur dan relawan. “Terima kasih kepada seluruh donatur, relawan, dan simpatisan G25 Indonesia atas kepeduliannya kepada kami,” ucapnya. (Man)


Komentar