|
Menu Close Menu

DNIKS Dukung Gebrakan Gus Mensos Hadirkan Puskesos di Setiap Desa dan Kelurahan

Selasa, 18 November 2025 | 13.06 WIB

Gus Choi, Ketua Umum DNIKS.(Dok/Istimewa).
Lensajatim.id, Jakarta— Gebrakan terbaru Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf atau Gus Mensos mendapat sambutan positif dari berbagai kalangan. Melalui program bertajuk Gebrakan Gus Mensos, Kementerian Sosial berencana menghadirkan Pusat Kesejahteraan Sosial (Puskesos) di setiap desa dan kelurahan di seluruh Indonesia.


Langkah ini dinilai sebagai terobosan penting untuk mempercepat pelayanan kesejahteraan sosial, karena Puskesos akan menjadi gerbang utama pengaduan masyarakat. Mulai dari persoalan sederhana seperti ijazah anak yang belum tertebus, hingga keluhan sulit memperoleh pekerjaan, seluruhnya dapat diadukan melalui Puskesos di wilayah masing-masing untuk kemudian ditangani secara cepat dan terstruktur oleh pemerintah.


Ketua Umum Dewan Nasional Indonesia untuk Kesejahteraan Sosial (DNIKS), Effendi Choirie atau yang akrab disapa Gus Choi, memberikan dukungan penuh terhadap rencana tersebut. Menurutnya, kehadiran negara dalam bentuk layanan sosial yang nyata hingga level desa merupakan indikator bahwa arah perjalanan bangsa bergerak ke jalur yang benar.


“Kalau negara sudah hadir, Kemensos selalu ada, di setiap desa, kelurahan, bahkan sampai RT dan RW, itu tanda perjalanan negara sudah benar. Memajukan kesejahteraan umum,” ujar Gus Choi, Selasa (18/11/2025).


Gus Choi menegaskan, jika Puskesos benar-benar dijalankan secara profesional dengan anggaran memadai, maka kebijakan ini akan membawa dampak besar bagi kesejahteraan masyarakat, terutama kelompok ekonomi bawah.


“DNIKS mendukung penuh rencana Kemensos bikin Puskesos di seluruh desa dan kelurahan di Indonesia. Kalau itu dijalankan sungguh-sungguh, maka rakyat akan sejahtera. Status sosial ekonomi masyarakat desil 1–4 bisa segera teratasi,” jelasnya.


Ia menekankan bahwa Puskesos harus menjadi gerakan nasional kesejahteraan sosial, bukan sekadar menambah hirarki birokrasi yang menghabiskan anggaran. Dengan menjadi gerakan bersama, Puskesos diharapkan lebih fleksibel, terbuka, kreatif, dan mampu berkolaborasi dengan berbagai pihak.


Gus Choi optimistis, bila gerakan ini berhasil, Indonesia berpotensi mencapai target zero miskin pada 2035–2045.


“Puskesos bukan hanya membagi bantuan sembako, tapi harus melaksanakan pemberdayaan ekonomi, pelatihan, dan program lain yang membuat kaum dhuafa menjadi mandiri,” ujarnya.


Lebih jauh, ia menegaskan bahwa kebutuhan dasar masyarakat harus menjadi prioritas pemerintah melalui instrumen Puskesos, mulai dari sandang, pangan, papan, pendidikan, hingga kesehatan yang murah atau terjangkau bagi semua.


DNIKS juga mengajak seluruh organisasi sosial untuk ikut mendukung gerakan ini. “Jika Puskesos sukses, tugas lembaga sosial menjadi lebih ringan. Tinggal ikut mengawasi, memberi masukan, dan membantu dengan inovasi yang lebih baik,” pungkas Gus Choi.


Gebrakan Gus Mensos melalui Puskesos diharapkan menjadi tonggak penting bagi percepatan terwujudnya kesejahteraan sosial yang merata di seluruh Indonesia. (Had) 

Bagikan:

Komentar