![]() |
| Focus Group Discussion (FGD) “Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tembakau di Kampus UTM, Bangkalan.(Dok/Istimewa) |
Mewakili Wakil Gubernur Jawa Timur Dr. Emil Elestianto Dardak, Kepala Bakorwil IV Jatim, Sufi Agustini, menyampaikan apresiasi terhadap KAMURA dan UTM yang menjadi tuan rumah forum strategis tersebut. Ia menilai kegiatan ini menjadi ruang penting untuk mengkaji peluang ekonomi baru bagi Madura.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Jawa Timur, saya menyampaikan apresiasi kepada Rektor UTM dan seluruh jajaran atas terselenggaranya kegiatan ini. Forum ini bukan hanya wadah sinergi, tetapi juga langkah strategis untuk meningkatkan daya tarik Madura serta mengakselerasi investasi dan pertumbuhan ekonomi regional yang berkelanjutan,” ujarnya.
Dalam paparannya, Sufi Agustini menjelaskan bahwa struktur Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Madura masih sangat bertumpu pada sektor-sektor primer.
“Struktur PDRB di Madura didominasi oleh tiga sektor utama: pertanian 30,41 persen, perdagangan 17,47 persen, dan pertambangan serta penggalian 13,48 persen. Keempat kabupaten di Madura seluruhnya ditopang oleh pertanian sebagai kontributor terbesar,” jelasnya.
Dengan kontribusi sektor pertanian Madura yang mencapai 10,93 persen terhadap perekonomian Jawa Timur, ia menilai bahwa potensi daerah ini sangat strategis untuk dikembangkan lebih jauh.
Sufi menegaskan bahwa pembentukan Kawasan Ekonomi Khusus Tembakau merupakan peluang besar bagi Madura untuk mengoptimalkan potensi lokal, terutama pada sektor pertanian dan industri pengolahan.
“KEK Tembakau merupakan peluang terbesar bagi Madura untuk mengakselerasi transformasi ekonomi, khususnya di sektor pertanian dan industri pengolahan,” terangnya.
Ia optimistis bahwa KEK Tembakau dapat menjadi motor baru penggerak ekonomi Pulau Garam.
“Dengan kebijakan yang tepat, infrastruktur yang memadai, dan kolaborasi lintas sektor, KEK Tembakau mampu mendorong investasi, menciptakan lapangan kerja, serta memperkuat posisi Madura dalam struktur ekonomi Jawa Timur maupun nasional,” tegasnya.
Seminar dan FGD ini diharapkan melahirkan rekomendasi strategis untuk memperkuat arah industrialisasi Madura melalui hilirisasi tembakau, sekaligus mendorong percepatan pembentukan KEK yang diyakini dapat menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di kawasan timur Jawa. (Had)


Komentar