|
Menu Close Menu

Kolaborasi Dosen UT Surabaya dan Masyarakat Ubah Wajah Pantai Galung Raih Penghargaan Nasional

Jumat, 21 November 2025 | 07.17 WIB

Sucipto, Dosen UT Surabaya saat menerima penghargaan Anugerah Cakravidya kategori Pengabdian kepada Masyarakat dalam ajang SENMATER LPPM 2025 yang digelar di Gedung UTCC Pondok Cabe. (Dok/Istimewa). 
Lensajatim.id, Surabaya— Upaya panjang para dosen dalam memberdayakan masyarakat kembali membuahkan hasil membanggakan. Tim kolaborasi dosen dari Universitas Terbuka (UT) Surabaya dan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya berhasil meraih Anugerah Cakravidya kategori Pengabdian kepada Masyarakat dalam ajang SENMATER LPPM 2025 yang digelar di Gedung UTCC Pondok Cabe. 


Penghargaan ini diberikan atas keberhasilan mereka melakukan transformasi besar di Pantai Galung, Desa Juruan Daya, yang semula tidak tertata menjadi destinasi wisata yang kini mulai dilirik wisatawan. Proyek pengabdian yang dijalankan sejak 2023 tersebut digarap oleh tim lintas disiplin yang terdiri dari Sucipto, Tiara Sevi Nurmanita, Berlina Hidayati, Dr. Milawati (UT Surabaya) dan Siti Nuurlaily Rukmana (Unipa Surabaya).


“UT Surabaya hadir mendampingi masyarakat dengan membuat siteplan pengembangan kawasan, melakukan penataan area pantai, serta mewujudkan pintu gerbang utama Desa Juruan Daya sebagai identitas destinasi,” ujar Sucipto, Kamis (20/11/2025).


Program tersebut tidak berhenti pada penataan fisik. Memasuki tahun 2024, tim dosen bekerja lebih jauh dengan melatih masyarakat, perangkat desa, dan pemuda lokal dalam tata kelola pariwisata. Mereka juga membangun lima gazebo yang kini menjadi fasilitas favorit wisatawan sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi warga setempat.


Tahun 2025 menjadi tonggak penting ketika Prof. Dr. Tri Dyah Prastiti bergabung memperkuat desain serta pembangunan area bermain anak. Fasilitas ini menjadikan Pantai Galung semakin ramah keluarga dan meningkatkan inklusivitas destinasi.


“Sentuhan akademik Prof. Tri memperkaya rancangan fasilitas sehingga Pantai Galung punya daya tarik yang lebih lengkap bagi pengunjung,” tandas Sucipto.


Ia menambahkan, lebih dari sekadar perubahan visual, transformasi Pantai Galung memantik perubahan cara pandang masyarakat terhadap potensi desa mereka. Warga kini memiliki kemandirian, kebanggaan, dan peluang ekonomi baru berkat pariwisata berkelanjutan yang dirintis bersama UT Surabaya.


Penghargaan Cakravidya 2025 menjadi bukti bahwa UT Surabaya tidak hanya menjalankan peran sebagai institusi pendidikan, tetapi juga mitra pemberdayaan masyarakat yang konsisten. Pantai Galung kini menjadi simbol keberhasilan kolaborasi akademik dan masyarakat dalam menciptakan perubahan nyata dan berkelanjutan. (Had) 

Bagikan:

Komentar