|
Menu Close Menu

Barikade Gus Dur Jatim Ajak Warga Lintas Agama Hadiri Haul ke-16 Gus Dur di Surabaya

Selasa, 16 Desember 2025 | 19.21 WIB

Pengurus Barikade Gus Dur Jawa Timur saat memberikan keterangan pers di Surabaya.(Dok/Istimewa). 
Lensajatim.id, Surabaya – Barikade Gus Dur (BGD) Jawa Timur menggelar Haul ke-16 KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang dirangkai dengan tasyakuran atas penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional, Kamis (18/12/2025), di Taman Bungkul, Surabaya. Kegiatan ini terbuka untuk masyarakat lintas agama sebagai wujud penghormatan atas jasa dan keteladanan Presiden ke-4 RI tersebut.


Ketua Barikade Gus Dur Jawa Timur, Ahmad, mengatakan kegiatan haul menjadi momentum refleksi atas nilai-nilai kebangsaan, pluralisme, dan demokrasi yang diwariskan Gus Dur. Acara ini diikuti oleh pecinta Gus Dur dari berbagai daerah di Jawa Timur dengan latar belakang yang beragam.


“Alhamdulillah, berdasarkan data panitia, lebih dari 1.000 orang diperkirakan hadir pada haul kali ini. Gus Dur sebagai pahlawan bangsa dan ikon pluralisme tetap menjadi magnet masyarakat lintas kalangan dan lintas agama,” ujar Ahmad, Selasa (16/12/2025).


Ahmad menyampaikan, Haul ke-16 Gus Dur tahun ini mengusung tema “Meneladani Budaya Etika Demokrasi Gus Dur”. Tema tersebut dipilih untuk mengingatkan kembali pentingnya demokrasi yang beretika, berkeadaban, dan menjunjung tinggi kemanusiaan, sebagaimana dicontohkan Gus Dur semasa hidupnya.


Sebagai bentuk rasa syukur atas penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional kepada Gus Dur, putri almarhum, Zannuba Ariffah Chafsoh atau Yenny Wahid, dijadwalkan hadir dan menyampaikan orasi kebangsaan dalam acara tersebut.


“Terkonfirmasi, Mbak Yenny akan hadir dan menyampaikan orasi kebangsaan. Kami yakin masyarakat merindukan pesan-pesan kebangsaan Gus Dur yang akan disampaikan melalui putri beliau,” tutur Ahmad.


Ia juga mengajak seluruh masyarakat Jawa Timur, khususnya para pecinta Gus Dur, untuk turut hadir dan berdoa bersama. Menurutnya, Gus Dur merupakan milik seluruh bangsa Indonesia tanpa sekat agama, suku, maupun golongan.


“Monggo warga Nahdliyyin, masyarakat Tionghoa, serta saudara-saudara nonmuslim untuk hadir. Gus Dur adalah milik bangsa ini dan sangat layak didoakan oleh semua umat,” katanya.


Acara Haul Gus Dur dan Tasyakuran Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional dijadwalkan dimulai pukul 15.00 WIB dengan sejumlah rangkaian kegiatan. Mulai dari khataman Al-Qur’an, tahlil dan doa bersama, penyampaian testimoni lintas agama, hingga orasi kebangsaan.


“Selain mendoakan Gus Dur, momentum ini juga kami niatkan untuk berdoa agar Kota Surabaya tetap damai, serta memohon keselamatan dan kesejahteraan bagi masyarakat di wilayah yang terdampak bencana alam, baik di Sumatera maupun Jawa Timur,” pungkas Ahmad. (Had) 

Bagikan:

Komentar