![]() |
| Anggota MPR RI RI, Hj. Dini Rahmania saat Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Kabupaten Probolinggo.(Dok/Istimewa). |
Dalam acara yang berlangsung mulai pukul 19.00 WIB hingga selesai itu, politisi perempuan yang akrab disapa Ning Dini menegaskan bahwa media sosial kini telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat. Karena itu, ruang digital harus diisi dengan pesan-pesan yang memperkuat persatuan, bukan justru memicu perpecahan.
“Sekarang hampir semua masyarakat memiliki media sosial. Maka harus digunakan dengan baik dan bijak. Jadikan media sosial sebagai sarana untuk mengampanyekan nilai-nilai kebangsaan, bukan untuk menyebarkan kebencian atau permusuhan,” ujar Ning Dini di hadapan peserta.
Kegiatan tersebut diikuti oleh peserta yang mayoritas merupakan guru dan orang tua siswa. Selain sebagai forum sosialisasi, acara ini juga menjadi ajang edukasi literasi digital agar masyarakat mampu memilah informasi dan berperan aktif menciptakan ruang digital yang sehat.
Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi Partai NasDem ini mengingatkan bahwa media sosial memiliki dua sisi. Di satu sisi, ia dapat menjadi alat pemersatu bangsa jika digunakan untuk menyebarkan pesan toleransi, persaudaraan, dan cinta tanah air. Namun di sisi lain, media sosial juga berpotensi memecah belah apabila diisi dengan hoaks, ujaran kebencian, dan provokasi.
“Empat Pilar Kebangsaan—Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika—harus hadir juga di ruang digital. Media sosial bisa menjadi sarana efektif untuk menanamkan nilai toleransi, saling menghormati, dan semangat kebersamaan,” jelasnya.
Ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Probolinggo, Ning Dini menambahkan bahwa peran guru dan orang tua sangat strategis dalam membimbing generasi muda agar cerdas bermedia sosial. Pendidikan karakter di era digital, menurutnya, tidak cukup hanya di ruang kelas, tetapi juga harus menyentuh pola komunikasi dan interaksi di dunia maya.
Tokoh Muda Nahdliyin Inspiratif versi Forkom Jurnalis Nahdliyin ini berharap masyarakat dapat menjadi agen pemersatu di media sosial dengan menyebarkan konten positif, edukatif, dan inspiratif. Dengan demikian, media sosial tidak hanya menjadi ruang ekspresi pribadi, tetapi juga wahana memperkuat jati diri bangsa dan persatuan nasional. (Red)


Komentar