|
Menu Close Menu

Kolaborasi GMNI dan RLD Dorong Lahirnya Jurnalis Muda Berbasis Literasi Digital

Rabu, 24 Desember 2025 | 13.30 WIB

Kegiatan pelatihan jurnalistik intensif  di Balai RW RLD, Jalan Kaca Piring 6, Surabaya.(Dok/Ali Masduki). 
Lensajatim.id, Surabaya– Di tengah derasnya arus informasi digital, Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Surabaya Raya mengambil langkah strategis dengan membekali kadernya kemampuan literasi media dan jurnalistik. Bekerja sama dengan Rumah Literasi Digital (RLD), puluhan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Surabaya mengikuti pelatihan jurnalistik intensif yang digelar di Balai RW RLD, Jalan Kaca Piring 6, Selasa (23/12/2025).


Pelatihan tersebut menjadi upaya konkret GMNI Surabaya Raya dalam menjawab tantangan era digital, sekaligus mendorong kader agar mampu berperan aktif menyajikan informasi yang berkualitas, akurat, dan berintegritas di ruang publik. 


Ketua GMNI Surabaya Raya, Ni Kadek Ayu Wardani, menegaskan bahwa penguasaan teknologi komunikasi dan jurnalistik merupakan kebutuhan mendasar bagi aktivis mahasiswa saat ini. Menurutnya, jurnalistik tidak hanya sebatas keterampilan menulis, tetapi juga menjadi sarana perjuangan dalam membangun kesadaran publik melalui media digital.


“Kami ingin kader GMNI tidak hanya piawai dalam berorganisasi, tetapi juga memiliki keahlian teknis untuk mewarnai ruang digital dengan konten yang bertanggung jawab dan bernilai edukatif,” ujar mahasiswi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya tersebut.


Pelatihan jurnalistik ini dirancang dengan kurikulum komprehensif yang membahas perkembangan dunia pers dari masa ke masa hingga tantangan jurnalistik di era konvergensi digital. Ketua Forum Komunikasi Jurnalis Nahdliyin (FJN), Didi Rosadi, membuka sesi materi dengan mengulas sejarah jurnalistik serta adaptasi teknologi dalam praktik pemberitaan.


Materi dilanjutkan oleh Redaktur Suara Merdeka Jatim, Andika Ismawan, yang memberikan pembekalan teknis penulisan berita daring. Ia menekankan pentingnya kecepatan dalam menyajikan berita tanpa mengabaikan akurasi dan kaidah jurnalistik.


Salah satu materi yang menarik perhatian peserta adalah optimasi mesin pencari atau Search Engine Optimization (SEO). Fathcur Rahman, Master Web, memaparkan strategi penulisan agar artikel mudah terindeks mesin pencari, namun tetap menggunakan bahasa yang humanis dan nyaman dibaca oleh publik.


Selain aspek penulisan, pelatihan ini juga membekali peserta dengan kemampuan visual. Ali Masduki dari Pewarta Foto Indonesia (PFI) Surabaya mengulas teknik dasar fotografi jurnalistik, mulai dari komposisi hingga kemampuan foto dalam menyampaikan cerita untuk memperkuat nilai berita.


Sebagai puncak kegiatan, peserta mengikuti sesi praktik langsung. Panitia menghadirkan narasumber dan model khusus agar peserta dapat mempraktikkan teknik wawancara serta pengambilan foto jurnalistik. Pada akhir pelatihan, setiap peserta diwajibkan menyusun satu artikel berita lengkap dengan foto pendukung sebagai bentuk evaluasi pemahaman materi.


Kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan jurnalis warga dari kalangan mahasiswa yang kritis, cakap, dan bertanggung jawab dalam menyajikan informasi kepada masyarakat.


Sementara itu, PIC Rumah Literasi Digital (RLD), Lukman, menyampaikan apresiasinya atas antusiasme peserta. Ia menegaskan bahwa RLD terbuka untuk terus menjalin kolaborasi dengan organisasi kepemudaan dalam rangka meningkatkan literasi digital di Surabaya.


“Kami siap berkolaborasi dengan berbagai pihak. Pelatihan ini menjadi langkah awal untuk mencetak jurnalis warga yang kompeten dan berdaya saing di era digital,” pungkasnya. (Red) 

Bagikan:

Komentar